blank
Suami almarhumah Aulia menerima tamu yang takziah ke rumahnya hari ini (Kamis 8 Mei 2025). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Satu dari 11 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Magelang – Purworejo, tepatnya di Kalijambe, Bener, Purworejo, pada Rabu (7/5/2025) siang, adalah pengantin baru. Dia adalah Aulia Anggi Pratiwi warga Ngadiretno, Tamanagung, Muntilan, Kabupaten Magelang.

“Jenazahnya sampai rumah sehabis Magrib dan dimakamkan sehabis Isyak,” tutur salah satu familinya, Luluk, hari ini Kamis (8 Mei 2025).

Suaminya, Muhammad Azis Romadon (26), ketika ditemui hari ini menuturkan bahwa dia menikah dengan Aulia Anggi Pratiwi pada 20 April lalu. Dia yang berprofesi sebagai mekanik kapal kargo Korea, sejauh ini masih menjalani cuti nikah. Dia dengan Aulia merupakan teman sekolah sejak SD dan SMP.

Lulusan sekolah Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang tahun 2021 itu sudah tiga tahun bekerja di pelayaran. Karena menikah, dia mendapat cuti libur sampai tanggal 10 Mei 2025, atau sampai Juni 2025. “Berhubung ada musibah ini saya tidak tahu mau berangkat kerja mulai kapan,” tuturnya.

Yang jelas, dia hendak menata hatinya terlebih dahulu. Sebab kalau keburu berangkat kerja dikhawatirkan tidak fokus pada pekerjaannya sebagai enginer (mesin) kapal.

Terkait musibah kecelakaan yang menewaskan 11 orang itu dia mengaku mendapat firasat. Yakni, empat hari sebelumnya dia melihat wajah istrinya lebih cantik dari biasanya. “Saya perhatikan istri saya senyumnya kok cantik banget,” tuturnya.

blank
Doa bersama dilakukan di aula SD IT Q Asyafiiyah, Cabean, Mendut, Mungkid. Foto: eko

Selain itu sehari sebelumnya dia tidak bisa tidur. Malam itu dia sempat melihat wajah istrinya. “Biasanya wajahnya saya sentuh, dia terbangun, kali ini kok tidak,” ujarnya.

Istrinya yang asal warga Maken, Pucungrejo, Muntilan selama ini sebagai guru di SD Islam Tahfidz Alquran As Syafiiyah Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Rombongan dari sekolah itu hendak takziah ke wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Beberapa saat setelah melewati batas wilayah Kabupaten Magelang dan Purworejo, mengalami kecelakaan lalu lintas. Mobil yang ditumpangi rombongan guru itu tertabrak truk tronton yang diduga mengalami rem blong.

Di lokasi kecelakaan, kondisi jalannya turun dalam jarak agak jauh. Selama ini sudah sering terjadi kecelakaan akibat rem blong. Dari 11 korban meninggal, 10 orang merupakan guru SD Islam Tahfidz Alquran As Syafiiyah Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Ketika itu rombongan guru dari sekolah tersebut menumpang sebuah mobil angkutan umum. Satu mobil berisi 12 orang penumpang dan seorang sopir. Akibat kecelakaan tersebut 10 orang tewas.

Untuk mendoakan 10 guru yang meninggal, dilakukan doa bersama di aula sekolah tersebut, hari ini Kamis (8 Mei 2025). Diikuti guru se- Kecamatan Mungkid, perwakilan pengurus PGRI dan wali murid.

Eko Priyono