blank
Angin puting beliung menerjang Kudus, Selasa (77/5). Foto:ist

KUDUS (SUARABARU.ID) — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Selasa (6/5) sore, menyebabkan kerusakan serius pada puluhan rumah warga di empat desa.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini mengakibatkan atap rumah warga beterbangan dan sejumlah pohon tumbang.

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Munaji, mengungkapkan bahwa wilayah terdampak meliputi Desa Medini, Desa Sambung, Desa Glagahwaru, dan Desa Undaan Kidul.

Di Desa Medini, kerusakan paling parah tercatat di gang 1, 2, 3, 4, 7, dan 9, dengan kebutuhan genteng ratusan biji per rumah. Begitu pula di Desa Sambung, beberapa warga bahkan membutuhkan hingga 500 genteng untuk memperbaiki atap rumah mereka. Sementara di Desa Glagahwaru, kerusakan tersebar di tujuh RT, dengan kebutuhan genteng bervariasi antara 30 hingga 150 buah per rumah.

“Untuk saat ini, data sementara menunjukkan kebutuhan genteng mencapai 4.000 hingga 5.000 buah, dan kemungkinan jumlah ini masih bertambah seiring proses pendataan dari pemerintah desa,” jelas Munaji saat dikonfirmasi, Selasa malam.

“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta. Selain atap rumah warga, sejumlah fasilitas sosial juga terdampak,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, BPBD Kudus bersama relawan, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat sejak sore hari. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen data, dokumentasi kejadian, pembersihan puing, serta pembenahan atap rumah warga secara gotong royong.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan kejadian ini kepada pimpinan. Distribusi bantuan logistik darurat dari pemerintah desa setempat juga sudah berjalan,” kata Munaji.

Menurut Munaji, saat ini kebutuhan mendesak meliputi dukungan logistik atap bangunan (genteng, seng, asbes), bahan pangan untuk warga terdampak, serta material tambahan jika diperlukan.

“Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pantau selalu prakiraan cuaca dari BMKG dan segera laporkan ke BPBD jika ada kejadian serupa,” tutup Munaji.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan dan penanganan darurat masih berlangsung di lokasi terdampak.

Ali Bustomi