
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menyentuh hati.
Sebanyak 14 taman kegiatan disiapkan untuk menantang kemampuan anak-anak dalam berbagai bidang. Mulai dari taman ketaqwaan, keterampilan, wawasan kebangsaan, pengetahuan siaga, hingga taman permainan tradisional yang mengangkat kembali budaya lokal.
Di taman ketaqwaan, peserta khusyuk membaca doa, menunjukkan sikap spiritual yang dibentuk sejak kecil. Sementara itu, di taman keterampilan, tangan-tangan mungil mereka cekatan menyusun simpul dan tali-temali sebagai dasar kepramukaan.
Permainan Tradisional
Keceriaan tampak di taman permainan tradisional, di mana anak-anak bermain egrang, dakon, dan permainan lain yang kian jarang ditemui. Suasana itu membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa kehilangan nilai-nilai penting.
Antusiasme peserta menjadi cermin keberhasilan pendekatan pendidikan berbasis pengalaman. Mereka belajar bekerja sama, menyelesaikan tantangan, dan mengenal arti perjuangan secara nyata.
Semua ini tersaji dalam bingkai kegiatan Pesta Siaga yang sarat makna. cara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan Kwarcab, dan ketua Kwarran se-Kabupaten Grobogan.
Dukungan para tokoh ini menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dan para pembina yang terlibat.
Di akhir kegiatan, diumumkan barung-barung tergiat. Untuk kategori putri, juara pertama diraih SDN 2 Candisari, diikuti SDN 4 Tunggak dan SDN 1 Karangsari. Kategori putra dimenangkan SDN 3 Bendoharjo, disusul SDN 3 Kenteng dan SDN 1 Kronggen.
Barung tergiat I dari tiap kategori akan mewakili Kwarcab Grobogan dalam Pesta Siaga tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, yang akan diselenggarakan di Kota Semarang pada 20–21 Mei 2025. Ini menjadi kesempatan berharga untuk tampil di ajang provinsi.
Lebih dari sekadar kompetisi, Pesta Siaga menjadi ruang pembelajaran emosional dan spiritual. Anak-anak tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mengenali jati diri, memahami pentingnya kekompakan, dan merasa bangga atas capaian mereka.
“Melihat semangat dan keceriaan mereka hari ini, saya semakin yakin masa depan Grobogan berada di tangan yang tepat,” ungkap Bunda Hadi di akhir acara, sembari menyaksikan peserta menari dan bernyanyi dalam kegembiraan.
Pesta Siaga tahun ini menjadi pengingat bahwa mendidik anak-anak bukan semata soal pengetahuan, tetapi tentang membentuk jiwa yang sehat dan bahagia. Dari anak-anak yang dicintai dan dihargai, akan lahir generasi kuat dan bangsa yang tangguh.
Tya Wiedya













