TEMANGGUNG ( SUARA BARU.ID)-Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta agar pada proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak terjadi adanya kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Untuk itu, ia meminta proses pendaftaran calon siswa Sekolah Rakyat diperketat.
“Kami meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mengecek calon siswa benar-benar yang masuk di dalam kriteria miskin dan miskin ekstrem. Pengecekan tersebut juga melibatkan pendamping PKH, RT/RW, kepala desa/lurah. Kemudian, kepala sentra dan juga Badan Pusat Statistik (BPS),”Menteri Sosial usai acara Sosialisasi Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Kartini, Temanggung, Minggu( 4/5/2025).
Syaifullah Yusuf mengatakan, dialog dengan calon siswa dan orangtua calon siswa Sekolah Rakyat di Temanggung tersebut dilakukan untuk memastikan yang akan sekolah di Sekolah Rakyat tersebut, merupakan masyarakat yang berada di desil 1.
Menurutnya, di seluruh Indonesia hingga saat ini sudah ada sekitar 5.000 calon siswa yang akan sekolah di Sekolah Rakyat. Di tahaun kedua mendatang ( 2026), nantinya penerimaan siswa di Sekolah Rakyat dipastikan akan lebih banyak lagi.
“”Saat ini, kami sedang merencanakan dan mempersiapkan sebaik-baik mungkin sebagai pelaksanaan pertama Sekolah Rakyat tersebut. di tahun depan nanti akan ada evaluasi dan sebagainya,” katä Gus Ipul panggilan akrabnya.
Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dewi Suhartini mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas untuk Sekolah Rakyat, berupa ruang kelas dan tempat asramanya yang cukup menampung 100 orang siswa. Tersedia juga 24 kamar dengan 60 tempat tidur untuk para peserta didik,.
Selain itu Sentra Kartini juga mempunyai fasilitas olahraga lengkap berupa lapangan tenis yang bisa digunakan serba guna, lapangan futsal, tempat upacara,. Kemudian ruang makan putra dan putri, serta tempat cuci. Selain itu, terdapat fasilitas untuk sekolah berupa laboratorium IPA, perpustakaan, ruang komputer, ruang bahasa disiapkan, ruang ekstrakurikuler”katanya.
Menurutnya, pada awal tahun ajaran baru 2025/2026, pihaknya akan menerima 100 siswa. Sedangkan, hingga 30 April kemarin yang mendaftarkan diri untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat sebanyak 129 orang.
“Pada awalnya, kita merencanakan akan menerima 50 orang. Tetapi, pak presiden menginginkan kita menerima 100 anak.yang Mendaftarkan sebanyak 129 anak . Sehingga, ada 29 anak yang tereliminasi,” Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dewi Suhartini.
Meskipun ada 100 siswa yang akan belajar di Sentra Terpadu Kartini, namun dipastikan tidak mengganggu bagi penerima manfaat utamanya penyandang disabiltitas dan anak berkebutuhan khusus, karena lokasinya terpisah.
“Bagi penerima manfaat masih tetap berjalan dan tidak terganggu.Karena, lokasi bagi penerima manfaat ada di gedung sebelah depan, sedangkan Sekolah Rakyat ada di aera pusdiklat, “katanya. W. Cahyono)













