blank
Ketua KSPSI Kudus Andreas Hua. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) –
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2025, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus memilih untuk menggelar kegiatan secara damai tanpa aksi massa.

Ketua KSPSI Kudus, Andreas Hua, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini akan diisi dengan acara halal bihalal bersama jajaran pengurus harian dan pengurus unit kerja (PUK) di kantor KSPSI Kudus.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi pasca Lebaran, tetapi juga sebagai momentum untuk konsolidasi dan koordinasi internal guna memperkuat organisasi,” ujar Andreas pada Rabu (30/4).

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun KSPSI pusat akan mengadakan aksi di kawasan Monas, Jakarta—yang rencananya dihadiri oleh Ketua KSPSI Pusat Andi Gani Nuwawea dan Presiden Prabowo Subianto—KSPSI Jawa Tengah, termasuk Kudus, tidak akan mengirimkan massa ke sana. Aksi di Monas hanya akan melibatkan perwakilan dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Adapun isu-isu utama yang diangkat dalam peringatan Hari Buruh tahun ini adalah desakan revisi terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan serta tuntutan agar pemerintah lebih responsif terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda industri padat karya belakangan ini.

“Dalam situasi ekonomi yang menantang ini, kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk melindungi hak dan kelangsungan hidup para pekerja,” tambah Andreas.

Dengan pendekatan damai dan fokus pada penguatan internal, KSPSI Kudus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nasib pekerja secara konstruktif dan bermartabat.

Ali Bustomi