blank
Pengurus PP MAJT-MAS dan Patriot Garuda Nusantara, mengamankan lokasi pagar tembok yang dibongkar orang tak dikenal. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Pengurus Pengelola (PP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, mendesak Wali Kota untuk segera menutup operasional karaoke liar yang berada dekat dengan kawasan masjid terbesar di Jateng.

Desakan itu disalurkan PP MAJT melalui surat bernomor 059/PP-MAJT/IV/2025, tertanggal 16 April 2025. Surat ditandatangani Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA, dan Sekretaris Drs KH Muhyiddin MAg.

Alasan permohonan pembongkaran, karena empat dari lima rumah karaoke itu tidak berizin. Sedangkan satu yang berizin beralamat di Jalan Soekarno-Hatta, tetapi operasionalnya ada di kawasan jalan MAJT.

BACA JUGA: Taj Yasin Minta Penanganan Sampah Perlu Jadi Gerakan Bersama

”Data itu diperoleh PP MAJT berdasarkan penjelasan dari Kepala Disbud Pariwisata Kota Semarang, lewat suratnya bernomor B/790/500.13.6.3/IV/2025 tertanggal 11 April 2025, perihal Rumah Karaoke yang ditanyakan PP MAJT kepada Wali kota Semarang, melalui surat tertanggal 9 April 2025,” kata Muhyiddin dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Kamis (24/4/2025).

Dijelaskan juga, dari keterangan itu kelima tempat karaoke yang beroperasi, tidak ada yang berizin. Selain itu, tidak mungkin Pemkot Semarang memberi izin karaoke yang bersebelahan dengan MAJT.

Sehubungan dengan belum ada respons cepat dari Wali kota Semarang, PP MAJT pun kembali berkirim surat kepada Wali Kota Semarang, tertanggal 21 April 2025, yang bermaksud bersilaturahmi atau audiensi terkait keberadaan karaoke liar itu.

BACA JUGA: Ritual Sakral Penganten Tebu Awali Musim Giling di Pabrik Gula Rendeng Kudus

Diberitakan sebelumnya, karaoke liar yang ada di sekitaran MAJT, bermula ditemukannya pagar tembok MAJT yang dibongkar oknum, sepanjang empat meter. Usai pembongkaran, jalan itu dipakai untuk lalu lintas mobil roda empat dan roda dua, menuju tempat karaoke itu.

PP MAJT pun akhirnya menutup kembali pagar yang dirusak orang yang tidak diketahui identitasnya itu. Penutupan kembali pagar itu dikawal Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) dipimpin langsung Ketua Umumnya, Hafidz Iwan Cahyono SH, juga melibatkan Tim Keamanan MAJT dan Masjid Agung Semarang (MAS).

Namun berselang 10 hari penutupan, pada Rabu (23/4/2025), pagar ternyata dibobol kembali oleh orang yang tidak dikenal. Terkait hal itu, PP MAJT menugaskan tiga pengurusnya, Drs  Eman sulaeman MH, Hafidz Iwan Cahyono dan Muhammad Sholeh Muhaimin SSos, untuk memperkarakan secara hukum.

Riyan