
Dengan melibatkan para jurnalis, penyelenggara berharap pesan moral yang terkandung dalam tema turnamen bisa tersebar lebih luas dan diterima dengan baik oleh berbagai kalangan. T
urnamen Kapolres Cup 2025 juga menghadirkan kategori Fun Game, yang ditujukan untuk menambah semarak acara serta mengakomodasi pemain dari berbagai kalangan.
Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp5.500.000, dengan pembagian hadiah bagi pemenang utama dan kategori fun turnamen. Selain trofi, pemenang utama akan membawa pulang hadiah tunai yang cukup menarik, menjadikan turnamen ini semakin kompetitif.
Dalam kategori utama, juara pertama akan meraih Rp2.000.000, juara kedua Rp1.000.000, sementara juara ketiga dan keempat masing-masing Rp250.000. Sementara itu, untuk kategori Fun Turnamen, juara pertama akan mendapatkan Rp1.000.000, juara kedua Rp500.000, dan juara ketiga serta keempat masing-masing Rp250.000.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp50.000 per peserta. Bagi peserta yang ingin melakukan pendaftaran ulang, panitia memberikan kemudahan dengan hanya mengenakan biaya Rp25.000.
Dengan biaya yang terjangkau, turnamen ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi. Agung menambahkan bahwa sejumlah aturan teknis juga sudah disiapkan guna menjaga kualitas pertandingan.
Di antaranya adalah sistem bola 9 di titik spot, berlaku break ace, dan kewajiban mengenakan pakaian dengan kode C di babak utama. Hal ini bertujuan menjaga profesionalisme dan etika dalam kompetisi.
Turnamen ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan apresiasi kepada sponsor seperti PT ALIB Grobogan, Semen Grobogan, dan Bank BKK.
Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi dan dunia usaha bisa menciptakan kegiatan yang positif dan berdampak.
Selain sebagai ajang olahraga, turnamen ini diharapkan mampu menjadi media edukasi masyarakat. Dengan pendekatan humanis dan kreatif, seperti melalui olahraga biliar, pesan-pesan penting seperti bahaya narkoba dan praktik judol dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan.
“Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan bermanfaat. Biliar bukan hanya soal keterampilan, tapi juga tentang nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan menjauhi kebiasaan negatif,” ujar Agung.
Kolaborasi antara organisasi olahraga dan media ini menjadi contoh sinergi lintas sektor yang patut diapresiasi. Lewat turnamen ini, olahraga biliar bisa tampil sebagai alat perubahan sosial, bukan hanya hiburan.
Dengan partisipasi aktif komunitas lokal dan dukungan media, Kapolres Cup 2025 berpotensi menjadi agenda tahunan yang tidak hanya ditunggu-tunggu oleh pecinta biliar, tetapi juga oleh masyarakat luas sebagai simbol kampanye anti-narkoba dan anti-judol. Turnamen ini pun diharapkan mampu memunculkan bibit-bibit atlet biliar baru dari Grobogan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi role model dalam kehidupan sosial masyarakat.
Masa depan olahraga dan generasi muda ada dalam genggaman bersama. Sebagaimana dituturkan Agung di akhir pernyataannya, “Ini bukan sekadar turnamen. Ini bentuk nyata dari edukasi dan perlindungan terhadap generasi kita. Mari jadikan biliar sebagai jalan sehat menjauhi judol dan narkoba.” pungkas Agung.
Tya Wiedya













