
Profesor Intiyas Utami menekankan, melalui momen ini UKSW hadir tidak untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menjaga warisan budaya Indonesia. “UKSW adalah cermin miniaturnya Indonesia. Hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa kehadiran UKSW di Kota Salatiga adalah bagian dari sejarah karena kita berada di kota tertua kedua di Indonesia,” katanya.
Tak lupa ucapan selamat ulang tahun juga dihaturkan oleh Rektor Perempuan Pertama UKSW ini kepada civitas academica Fiskom. Ia berharap di usia yang ke-25 tahun ini Fiskom semakin mendunia dan menjadi bagian dalam perjalanan UKSW menuju World Class University.
Momen bersejarah ini juga mendapatkan apresiasi positif dari Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Disampaikannya bahwa melalui parade ini, UKSW selaku penyelenggara semakin meneguhkan peran Kota Salatiga dan kampus sebagai Indonesia Mini serta berhasil memberikan panggung bagi kemegahan Wastra Nusantara. “Acara ini juga sekaligus menjadi sarana untuk memperkaya khasanah budaya masyarakat melalui pelestarian salah satu warisan luhur bangsa Indonesia,” imbuhnya.
UKSW Mendapatkan Penghargaan Leprid
Gelaran Parade Senja Wastra Nusantara di Salatiga yang menyuguhkan kekayaan kain tradisional dari berbagai daerah ini berhasil mencatatkan prestasi tingkat nasional dengan meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Melalui parade ini UKSW berhasil menciptakan rekor baru di Leprid dengan nama rekor, Parade Senja Wastra Nusantara Peserta Terbanyak yaitu 1.527 peserta dan tercatat dengan nomor urut 901.
UKSW berhasil meraih tiga piagam penghargaan, satu piala, dan satu medali emas. Penghargaan diberikan langsung oleh Pendiri dan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka, S.H., kepada Rektor UKSW sebagai Pemrakarsa Parade Senja Wastra Nusantara, UKSW sebagai Penyelenggara Rekor Peserta Terbanyak, serta Dekan Fiskom Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., sebagai Inisiator Rekor Parade Senja Wastra Nusantara. Tak hanya UKSW, Pemkot Salatiga yang diwakili oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., juga mendapatkan penghargaan karena telah bersama-sama UKSW menciptakan rekor baru di Leprid
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Launching Komunitas Wastra Nusantara di Salatiga oleh Retno Margiastuti Robby Hernawan, S.E., Talkshow Wastra Nusantara, dan penampilan Teater Semut Geni bersama Sujiwo Tejo. Dies Perak Fiskom UKSW ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya seperti Lomba Foto dan Creative Video Competition untuk pelajar SMA/SMK, lomba call for paper, Bazar UMKM, dan juga seminar.
Parade yang melukis sejarah ini menjadi bukti nyata bahwa UKSW terus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, ke-16 perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, serta ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A.
Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.
Ning S













