JEPARA (SUARABARU.ID) – Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau lebih dikenal P5 merupakan pembelajaran yang dilaksanakan secara yang terjadwal dalam tahun ajaran mempunyai waktu pelaksanaan yang berbeda untuk setiap sekolah. Program P5 ini menjadi salah satu wadah pengembangan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang berbasis proyek.
Dalam kurikulum merdeka, P5 merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dihadirkan dengan memuat dimensi-dimensi diantaranya beriman dan bertakwa, kebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Proyek atau kegiatan P5 yang diusung diharapkan dapat menarik minat dan menantang siswa sehingga menumbuhkan semangat ingin tahu dan menelaah lebih dalam suatu tema.

Hal ini yang dilakukan oleh SMP Negeri 1 Bangsri terutama kelas 8, yang mengubah sampah organik menjadi ecoenzim untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci tangan yang ramah lingkungan. Sebagai salah satu bentuk kesadaran dan kepedulian lingkungan dalam mengurangi pencemaran.
Kegiatan P5 ini menyesuaikan tema yang diambil yaitu gaya hidup berkelanjutan. Hari ini (kamis,17/4/2025) siswa praktik secara langsung membuat sabun cuci tangan dengan campuran ecoenzim yang terbuat dari sampah organik, disini bahan organik yang digunakan adalah kulit buah.
Ecoenzim merupakan cairan alami kaya manfaat yang terbuat dari fermentasi molase, bahan organik, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Ecoenzim yang dibuat menggunakan bahan organik kulit buah yang mudah didapat setelah dikonsumsi secara langsung. Sementara molase yang digunakan adalah gula merah atau tetes tebu. Ecoenzim mulai dikenalkan secara luas oleh para praktisi ecoenzim karena banyaknya manfaat yang bisa diambil.

Diantaranya sebagai cairan pembersih serbaguna, pengusir hama, pupuk tanaman, dan banyak lagi yang lainnya. Karenanya sebagai salah satu upaya mengurai sampah organik membuat ecoenzim merupakan langkah yang tepat untuk dipelajari oleh siswa.
Salah satu koordinator P5 kelas 8, Shyhab menyampaikan, P5 semester ini diharapkan membuat inovasi dari bahan-bahan alami yang bisa didapatkan dari lingkungan sekitar. Bahan alami tersebut salah satunya adalah sampah organik. Yang kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan sabun ramah lingkungan.
Seperti pesan yang disampaikan narasumber kegiatan dalam presentasinya, Anita seorang pemerhati tata kelola sampah, “Jadilah solusi bukan polusi”. Berdasarkan hal tersebut diharapkan siswa mengambil peran dalam menjaga lingkungan sebagai upaya tanggung moral terhadap bumi tercinta.
Kegiatan P5 ini ditutup hari sabtu nanti dengan puncak pameran gelar karya yang dihadiri oleh wali murid.
Hadepe – Anita













