SRAGEN (SUARABARU.ID) – Ketua Rukun Tetangga (RT) 24 Dukuh Kajen, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen yang sudah mengabdi selama delapan tahun mendadak mengundurkan diri.
Wiyono yang menjabat ketua RT periode kedua ini mundur, meski masa jabatannya belum berakhir. “Saya sebagai RT sudah tidak dihargai Kepala Desa Celep Aguswoyo,” tutur Wiyono dihubungi, Kamis (17/04/2025).
Setelah Wiyono mengundurkan diri, kini terjadi kekosongan di RT setempat. Bahkan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita “Kamboja” yang biasanya dilaksanakan di rumah Pak RT Wiyono, terpaksa dibekukan sejak Maret 2025. Papan Posyandu Kamboja, juga dicopot .
Wiyono mengatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua RT 24 sejak 18 Maret 2025. Hal itu dilakukan, karena dia secara mendadak didatangi Kades Celep Aguswoyo dan sejumlah perangkat desa serta Bhabinkamtibmas Desa Celep Kecamatan Kedawung.
“Tanpa memberi tahu melalui telepon atau pesan WhatApp (WA) sebelumnya, keluarga saya digeruduk,” ungkap Wiyono.
Wiyono dituding, peternakan bebek miliknya menjadi penyebab satu dari dua anak balita NF sakit. Diduga penyebabnya bau pakan atau pencemaran dari kandang bebek milik Wiyono.
Padahal di Dukuh Kajen RT 24 itu terdapat tujuh peternakan bebek. Karena Dukuh Kajen dikenal sebagai kampung ternak bebek. Lagi pula, jarak rumah NFdengan peternakan bebek milik Wiyono, ada jarak sekitar 50 meter.
Peternakan bebek milik Wiyono itu sudah berjalan selama enam tahun. Selama ini, kegiatan peternakan berjalan tidak ada persoalan.
:Namun secara mendadak, dia digeruduk Kades Aguswoyo beserta perangkat desa, atas laporan NF,” kata Wiyono.













