blank
Abdul Wachid, Wakil Ketua DPR RI Komisi VIII.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Wakil Ketua DPR RI Komisi VIII Abdul Wachid memastikan persiapan pelaksanaan ibadah haji di tahun 2025 berjalan dengan lancar. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Manasik Haji Kabupaten Jepara yang digelar di Gedung Wanita, Selasa (15/4/2025).

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa dirinya baru saja datang dari Arab Saudi untuk mengecek segala kesiapan untuk menyambut tamu Allah di Baitullah.

“Saya baru saja datang dari Arab Saudi untuk melakukan pengecekan selama empat hari berturut-turut untuk memastikan semua persiapan pelaksanaan ibadah haji di tahun ini berjalan dengan lancar”, ujar Wachid di hadapan ribuan calon jamaah haji Jepara.

“Semua kami cek, mulai penerbangan, embarkasi, tempat kegiatan wukuf di Mina, pemondokan, hingga catering”, terang pria asal Jepara ini.

“Khusus untuk catering, tahun ini kami sudah menyiapkan menu masakan khas nusantara untuk para calon jamaah haji Indonesia. Kami telah mengimpor berton-ton bumbu dapur untuk digunakan sebagai bahan masak masakan nusantara sesuai lidah orang Indonesia”, kata Wachid.

“Kami juga memastikan beras yang akan dimakan oleh para jamaah haji nasinya benar-benar pulen, terutama untuk mbah-mbah, berase Rojo Lele Mbah” ungkap Wachid disambut tepuk tangan para calon jamaah haji.

Lebih jauh Wachid menyampaikan, aturan Pemerintah Arab Saudi selalu berubah dari tahun ke tahun terutama dalam hal pelayanan. “Untuk tahun 2025 calon ibadah haji asal Indonesia, kloter pertama akan berangkat pada 2 Mei 2025”, beber Wachid.

Menurut informasi, calon jamaah haji asal Indonesia adalah yang terbesar dari seluruh dunia. Dari jumlah jamaah haji di seluruh dunia yang mencapai sekitar 2,5 juta, total jamaah haji asal Indonesia mencapai 221 ribu, yang meliputi haji reguler dan haji plus.

“Indonesia termasuk negara yang mendapatkan perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi, karena jumlah jamaah hajinya terbesar di seluruh dunia. Artinya Indonesia menjadi penyumbang devisa terbesar negara Arab”, cetus Wachid.

Masih menurut Wachid, Jawa Tengah termasuk penyumbang jumlah jamaah haji terbanyak. Jika di Kabupaten Jepara jumlah kuota calon jamaah haji sebanyak 1.300 orang, di Kabupaten Demak lebih besar hingga mencapai 1.600 calon jamaah haji.

Bahkan Kabupaten Demak saat ini sedang diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan reward berupa pembangunan embarkasi.

“Kami sudah mengusulkan untuk pembangunan embarkasi di Kabupaten Demak sebagai bentuk reward  karena menyumbang jumlah calon jamaah haji terbesar di Indonesia. Bukan hanya pembangunan embarkasi, kami juga mengusulkan untuk membuat museum sejarah Islam. Kenapa harus di Demak, karena dalam sejarah, Demak merupakan pusat pedadaban Islam era awal”, tandas Wachid.

ua