Merajut Silaturahmi: Halal Bihalal Guru SMP Tahfidz Tarbiyatul Qur’an.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Momen Idul Fitri 1446 H dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para guru yang mengajar di SMP Tahfidz Tarbiyatul Qur’an, Troso Pecangaan Jepara.

Mereka menggelar halal bi halal keliling dengan cara anjangsana satu persatu ke pengurus Yayasan Senu Asnawi Gurnadi.

Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMP Tahfidz Tarbiyatul Qur’an, Abil Mawahib, para guru mengawali halal bi halal dengan menyambangi kediaman Roikin yang merupakan Pembina Yayasan.

Dalam sambutannya Roikin menyinggung soal keberkahan yang akan didapat oleh para guru yang dengan keikhlasannya menularkan ilmu Quran kepada para murid.

“Keberkahannya akan dirasakan kelak di kemudian hari atau hari ini. Bagaimanapun, keikhlasan Bapak/Ibu guru semua pasti juga dapat ditularkan dan dapat dicontoh oleh anak-anak didik”, ujarnya.

“Saya juga berpesan kepada bapak/ibu guru SMP Tahfidz Tarbiyatul Qur’an, dimohon untuk lebih disiplin dalam mengajar, datang tepat waktu. Karena anak-anak didik pasti akan meniru perilaku atau tindakan yang dicontohkan oleh gurunya”, pesannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan anjangsana ke kediaman Kiai Roshif Arwani di Desa Mangunan yang juga sebagai pembina yayasan. Dalam kesempatan itu, Pimpinan PP Annur ini memberi petuah mengenai makna halal bi halal.

”Halal bi halal itu bisa dimaknai dengan tiga kata: Lebur, Luber, dan Labur. Lebur, artinya setelah kita melakukan puasa sebulan penuh di bulan Ramadan, dosa kita lebur, diampuni oleh Allah”, ujar Kiai Roshif.

“Dengan istihlal, dosa kita kepada sesama manusia juga lebur, saling memaafkan. luber, artinya kaluberan berkah Ramadan, kaluberan berkah Idul fitri, dan kaluberan berkah dari silaturahmi”, imbuhnya.

“Yang terakhir, Labur artinya kita melabur atau mengecat ulang hati kita, memperbarui semangat dan niat kita agar kembali suci dan bersih, seperti bayi yang baru lahir”, pungkasnya.

ua