KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menggelar open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, di belakang pendapa rumah dinasnya, Sabtu (5/4/25). Diikuti ribuan warga masyarakat dari berbagai kalangan.
Acara halal bihalal itu dimulai sejak pukul 10.10. Warganya antri, berdiri di halaman rumah dinas. Bagi yang hadir belakangan, atau melalui jalur lain, tidak bisa maju begitu saja.
“Untuk hari pertama dan kedua, karena momentum Idul Fitri ini adalah waktu berkumpul keluarga, mengunjungi tetangga, saya pun demikian. Izinkan saya untuk bertemu dengan keluarga, sanak saudara dan tetangga di sekitar tempat tinggal saya,” kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, sebelum Lebaran.
Kemudian, lanjut Bupati, di hari ke tiga, empat dan lima, dia bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, para kiai yang ada di Kabupaten Magelang. Setelah itu, di hari ke enam dan ke tujuh, kegiatan difokuskan di rumah dinas dan Lapangan drh Soepardi yang ada di Kelurahan Sawitan, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. Nah pada hari ke- 6 atau tepatnya tanggal 5 April 2025, ada kegiatan open house di rumah dinas.
Perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tergolong beda dengan sebelumnya. Selain open house, juga ada pesta rakyat Grebeg Ketupat. Bukan hanya untuk aparatur sipil negara (ASN) saja, perayaan tersebut juga bisa diikuti oleh masyarakat umum. Terpusat di Lapangan drh Soepardi, Kelurahan Sawitan, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang.
Pesta rakyat dalam memperingati Syawalan di Kabupaten Magelang berlangsung di hari ke -7 atau tepatnya tanggal 6 April 2025. Akan berlangsung Grebeg Kupat dan pentas kesenian rakyat.

“Ya nanti juga ada hidangan yang disajikan, ala kadarnya, semoga bisa membuat masyarakat senang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara Grebeg Kupat, Gepeng Nugroho menjelaskan, kegiatan itu baru pertama kali berlangsung di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid. Ada dua Gunungan Kupat yang bisa diperebutkan oleh warga masyarakat. Di dalam kupat tersebut berisi uang mulai dari pecahan Rp 2.000 hingga Rp 100.000. Juga berisi voucher wisata.
Dari dua gunungan tersebut, lanjutnya, berisi 2025 selongsong ketupat. Jumlah tersebut disesuaikan dengan tahun Masehi saat ini.
Selain Grebeg Ketupat juga akan ada penampilan tujuh kesenian tradisional. Ada kesenian dari Krandegan, Kajoran. Juga ada wayang orang Wonolelo, Sawangan, Soreng dari Desa Bandungrejo, Ngablak, kesenian dari Borobudur, serta kesenian dari lingkungan Sawitan sendiri.
Selama berjalannya acara, karena sesuai tema pesta rakyat, akan ada hidangan yang diberikan kepada masyarakat yang hadir di lapangan tersebut.
Pihaknya mengajak warga masyarakat di Kabupaten Magelang dan sekitarnya untuk meramaikan Grebeg Kupat tersebut. “Semoga momentum Idul Fitri kali ini dapat mempererat tali silaturahmi untuk merajut persatuan dan kesatuan, sehingga mewujudkan semangat gotong royong untuk membangun Kabupaten Magelang yang lebih baik,” harapnya.
Eko Priyono