WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Terjadi kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan raya depan Gerbang Pintu Masuk Objek Wisata Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri. Bersamaan itu, terjadi insiden wisawatan yang terbang tandem paralayang tercebur perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan raya Wonogiri-Wuryantoro, Rabu sore (2/4/25), terjadi karena bersamaan dengan jam bubaran serentak para pelancong. Hujan turun dengan deras, bersamaan ketika kemacetan itu terjadi. Sehingga deretan kendaraan memajang dari depan gerbang ke sisi selatan sampai Desa Gumiwanglor, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.
Demikian halnya yang ke utara, deret kendaraan memanjang sampai ke Gunung Belah Dusun Grobog, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota. Kapolres Wonogiri yang saat itu memantau langsung pengamanan Lebaran di Waduk Gajahmungkur, langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengaturan. Tujuannya, agar kemacetan segera teruraikan, dengan teknis buka-tutup.
Yakni secara bergiliran dilakukan kebijakan untuk mendahulukan lewat kendaraan wisatawan yang akan pulang, dengan cara memberhentikan arus lalu lintas umum. Baik yang dari arah Kota Wonogiri maupun yang dari Kecamatan Wuryantoro, harus diberhentikan dulu, setiap kali melepas kepulangan kendaraan para wisatawan.
Giliran kemudian ganti kendaraan umum dari arah utara maupun selatan disalurkan, dengan cara menghentikan sementara kendaraan yang akan keluar dari Gerbang Wisata Waduk Gajahmungkur. ”Sudah lebih satu jam kondisinya begini,” keluh pengendara mobil yang terjebak kemacetan sejak dari Dusun Jatisari, Desa Gumiwang, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dengan mengabaikan hujan deras yang turun, para petugas kepolisian sibuk melakukan pengaturan, demi upaya mengantisipasi agar tidak terjaid kemecatan di ruas jalan depan Gerbang Objek Wisata Tirta Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Mereka, sebagian ada yang mengenakan mantel hujan dan sebagian ada yang mengabaikan keberadaan dirinya rela basah kuyup.
Tercebur
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, Kapolres AKBP Jarot Sungkowo bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres, Rabu (2/4/25), turun langsung memantau jalannya pengamanan perayaan Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1446 H (2025 M) di Objek Wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri.
Kehadiran Kapolres ke lokasi wisata tersebut, dalam upaya pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025. Utamanya untuk memastikan pengamanan Lebaran di tempat pelancongan tersebut, berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif. Masyarakat yang berekreasi di hair liburan lebaran, dapat berjalan aman dan terjauhkan dari gangguan tindak kriminalitas.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengingatkan kepada wisatawan untuk selalu mentaati aturan dan petunjuk pengelola objek wisata. Juga berhati-hati saat beraktivitas di perairan, termasuk ketika menggunakan perahu wisata dan fasilitas wahana tirta lainnya.
Berkat pengarahan tersebut, tandas AKP Anom Prabowo, pelayanan kepada para wisatawan dapat dilakukan secara aman, tertib dan lancar dan terjauhkan dari hal-hal yang tidka diinginkan. “Alhamdulillah, situasi objek wisata Waduk Gajahmungkur secara umum aman dan kondusif,” tegas AKP Anom Prabowo, sembari menambahkan meski tadi ada insiden wisatawan gagal landing saat mencoba menggunakan paralayang.
Anom menambahkan, wisatawan yang gagal landing di area drop zone dan nyasar tercebur di perairan. Beruntung, personel Polair dari Polda Jateng yang disiagakan di lokasi, sigap melakukan pertolongan, sehingga tidak sampai terjadi ada korban jiwa.
Kecelakaan terbang dengan paralayang tersebut, bermula sekitar Pukul 14.00. Saat itu, paralayang yang dipiloti oleh Yogi Subekti (45), membawa pelancong Asita Dila (26) wisatawan asal Jakarta, untuk terbang tandem. Tapi, gagal mendarat di drop zone yang telah ditentukan, karena mendadak terjadi terpaan angin kencang dan hujan. Ini menyebabkan keduanya terhempas dan tercebur ke perairan.(Bambang Pur)