blank
Penandatanganan PKS UKSW dengan Pemprov Jateng. Foto: UKSW

Tak berhenti di situ, kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi pada bidang riset kebencanaan, pemberdayaan petani millennial, hingga pelatihan pengelolaan keuangan bagi perempuan pesisir dan petani perempuan. Semua itu diikat dalam satu visi besar yaitu menghadirkan kebermanfaatan akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Perjanjian ini bukan sekadar goresan tanda tangan di atas kertas, melainkan manifestasi nyata bahwa pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan, saling menopang, dan bersama-sama menanam benih perubahan demi masa depan Jawa Tengah yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 63 program studi di jenjang D3 hingga S3. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.

Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ning S