
Realisasi itu, kata Setyo Hadi, harus tetap memperhatikan kesinambungan programm yang sudah berjalan.
Sinkronisasi ini menjadi bagian dari strategi besar menuju Grobogan Maju, Sejahtera, dan berkelanjutan.
Di samping itu, efisiensi harus diterapkan dalam operasional sehari-hari, mulai penghematan sumber daya hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi.
Harus Berpedoman
Sementara itu, Sekda Grobogan, Anang Armunanto mengungkapkan, efisiensi APBD 2024 ini harus berpedoman pada SE Mendagri Nomor 900/883/SJ.
Dalam surat edaran tersebut, sebut Anang, Pemda diminta menyesuaikan belanja daerah dengan membatasi kegiatan seremonial, mengurangi perjalanan dinas dan menata ulang belanja operasional agar lebih tepat guna.
“Kebijakan ini memastikan anggaran tidak hanya sekadar mengikuti pola tahun sebelumnya, tetapi benar-benar dignakan berdasarkan kebutuhan yang lebih mendesak dan prioritas pembangunan,” ungkap Anang.
Anggaran yang mengalami efisiensi ini dialihkan ke sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi, dan stabilitas harga pangan.
Sekda juga menegaskan, strategi yang terarah berdampak pada efisiensi APBD tidak hanya menjaga keseimbangan anggaran.
“Tetapi juga memastikan pembangunan berjalan lebih efektif dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Anang.
Pemerintah Kabupaten Grobogan, tambah Anang, akan terus mengawal pelaksanaannya agar kebijakan ini benar-benar berdampak positif bagi daerah.
Tya Wiedya
Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama Wabup Sugeng Prasetyo dan Sekda Anang Armunanto memimpin Rakor Koordinasi Penyesuaian Pendapatan dan Efisiensi Anggaran. Foto: dok Protkopim Grobogan.













