Agustin juga ingin mengembangkan objek wisata pantai lain yang ada di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas dan Mangkang. “Ini tentu akan menambah daya tarik Kota Semarang yang sebelumnya terkenal sebagai kota transit, perdagangan dan jasa,” ujar alumnus FIB Undip yang baru saja diwisudah sebagai doktor sejarah.

Ia juga mengingatkan agar warga Kota Semarang harus mampu menjadi tuan di negeri sendiri khususnya produk-produk UMKM-nya.

“Jangan sampai barang-barangnya dari luar, kita berharap nantinya semua hotel memiliki bisnis center yang ada produk UMKM. Tapi produk UMKM yang diletakkan di hotel berbintang itu harus memiliki kualitas, nah itu tugas kita (pemerintah) untuk membimbing supaya lolos quality control (QC). Nah QC itulah urusan kita (pemerintah) agar hasil produk mereka lebih bagus,” ujarnya.

Paparan paslon nomor urut 01 tersebut, mendapatkan tanggapan dari Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Suharno, khususnya terkait penanganan anak muda Kota Semarang yang beberapa waktu lalu sempat mencuat lewat aksi para kreak.

“Kriminalitas di Kota Semarang yang akhir-akhir ini mengganggu kita semua itu banyak dilakukan anak muda atau remaja, ini yang tadi saya sampaikan. Memang beliau berdua (Agustin Iswar) tadi sudah menyampaikan komitmennya untuk menjaga Kamtibmas di Kota Semarang salah satunya adalah mencari akar sumber masalah dari mereka berbuat seperti itu, ada beberapa ruang yang perlu disiapkan untuk menyalurkan hobi anak-anak tersebut,” ucapnya usai acara tersebut.

Libatkan RT/RW

Menurut Suharno, solusi yang disampaikan Agustin-Iswar agar tidak hanya penyediaan fasilitas untuk menyalurkan hobi saja. Namun juga perlu melibatkan juga para tokoh masyarakat dan agama termasuk Ketua RT serta RW.

Sedangkan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. Masrukhi, menjelaskan Publik Hearing tersebut menjadi salah satu media untuk pihaknya memperkenalkan program-program dari pasangan calon yang maju dalam Pilwalkot Semarang 2024.

“Sudah tentu melalui publik hearing tersebut terjadi pertama dialog yang intensif tentang program dari calon walikota dan wakil walikota lalu juga harapan dari audiens yang khusus hari ini adalah seluruh pimpinan yang lengkap dari perserikatan Muhammadiyah. Sehingga harapannya jangan sampai kita membeli kucing dalam karung,” ungkapnya.

Tujuan kegiatan tersebut, ujar Prof Masrukhi adalah pendidikan politik kepada masyarakat. “Bahwa kita harus menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya supaya tidak acuh, golput dan abai terhadap demokrasi,” pungkasnya.

Hery priyono