WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2025, dituliskan akan mengalami defisit sebanyak Rp 97,66 miliar lebih. Ini terjadi, karena anggaran belanja jumlahnya lebih besar dari perolehan pendapatan.
Jumlah pendapatan sebanyak Rp 2,354 trilun lebih, sementara jumlah belanja sebesar Rp 2,451 triliun lebih. Sementara untuk jumlah pembiayaan terdiri atas Penerimaan sebesar Rp 98,160 miliar lebih, dan Pengeluaran sebanyak Rp 500 juta.
Struktur pendapatan dan belanja Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2025, dituliskan dalam laporan hasil rapat kerja Badan Anggaran (Banggar). Senin (11/11/24), itu dibacakan oleh Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Wonogiri, Edhy Tri Hadyantho di forum rapat paripurna Dewan.
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri dihadiri sebanyak 39 dari 50 Anggota Dewan dan dipimpin Ketua DPRD Sriyono dengan didampingi Wakil Ketua Krisyanto dan Suryo Suminto. Sebanyak 39 anggota yang hadir terdiri atas 25 dari 27 Anggota Fraksi PDI Perjuangan, 3 dari 7 Anggota Fraksi Partai Golkar, 4 dari 5 Anggota Fraksi PKS, 4 dari 7 Anggota Fraksi Gertindra Plus PAN, dan 3 dari 4 Anggota Fraksi Kesatuan Bangsa Demokrat (KBD).
Dalam rapat paripurna tersebut, tampil 5 juru bicara fraksi yang menyampaikan sikap akhir. Terdiri atas Juru Bicara Fraksi Partai Golkar Reni Toliriana, Juru Bicara Fraksi PKS Nyamik Saptati, Juru Bicara Fraksi Gerindra Plus PAN Dwi Prasetyo, Juru Bicara Fraksi KBD Ahmad Nasir dan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Any Wahyu Setiawati.
Optimalisasi
Melalui masing-masing juru bicaranya, ke-5 fraksi menyetujui Raperda tentang APBD Tahun 2025 untuk dievaluasi Gubernur Jateng. Mereka juga menyampaikan sejumlah masukan, catatan, pendapat, saran dan kritik.
Juru Bicara Fraksi Gerindra Plus PAN, Dwi Prasetyo, berharap, APBD 2025 dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, agar bisa efektif dalam penanganan pemulihan ekonomi. Pada bagian lain, berharap ada optimalisasi dan pemberdayaan BUMD untuk terus ditingkatkan, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan daerah.
” Sudah saatnya Pemda untuk lebih optimal meningtkatkan PAD, melalui OPD penghasil PAD,” tandas Juru Bicara Fraksi PKS, Nyamik Saptati. Terkait dengan mulai datangnya musim penghujan, masyarakat diminta waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, tertama pada daerah rawan banjir dan tanah longsor. Pada akhir penyampaian sikap fraksinya, Nyamik berpantun: Main gitar di atas kuda/ Membawa kail dan batu bata/ Sebentar lagi pentas Pilkada/ Semoga lahir pemimpin adil merata.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Any Wahyu Setiawati, mengingatkan, program-program pro-rakyat harus terus dikedepankan. Yakni melalui program pembangunan daerah yang terintegrasi dengan program pembangunan nasional. Agar buah dari pembangunan bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat Wonogiri secara luas dan tepat sasaran.
Ikut hadir memberikan sambutan, Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Orang pertama di Kabupaten Wonogiri ini, menyampaikan sambutan spontan di luar teks tertulis yang telah disiapkan. Yakni menyampaikan sejumlah prestasi keberhasilan kinerja dalam pelaksanaan pembangunan, selama dua periode memimpin Kabupaten Wonogiri. Dengan memberikan penegasan secara berulang-ulang, bahwa yang dilakukan selama ini berorientasi untuk masyarakat, tidak untuk wong siji. Terbukti berbagai bidang pembangunan Wonogiri, termasuk pelayanan publik mendapat prestasi sebagai juara pertama di Indonesia.(Bambang Pur)













