Diketahui hasil survei Indo Barometer dalam simulasi terbuka atau top of mind menunjukkan tingkat elektabilitas Yoyok Sukawi mencapai 16,5 persen.
Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita di posisi kedua dengan elektabilitas 11 persen. Lalu Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan 6,3 persen, disusul Bupati Kendal Dico Ganinduto 2,8 persen. Sementara elektabilitas nama calon lainnya berada di bawah 2 persen.
Menanggapi hasil survei ini, Liluk berkata, pihaknya tidak mau terlalu percaya diri karena perjalanan dalam Pilwakot masih panjang.
“Dan kita tentunya tidak terus percaya diri, perjalanan masih jauh kan. Kita harus juga kerja keras untuk bisa lebih baik dari survei yang ada. Dan tentu kan dari wakil juga akan menentukan,” ungkap Liluk.
Di luar itu, saat ini Koalisi Semarang Maju yang terdiri dari Partai Demokrat, PKS, PKB, NasDem, PAN, dan PPP, masih terus menggodok sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon wakil wali kota pendamping Yoyok Sukawi.
“Kita kemarin sampaikan nama-nama yang muncul, kita akan godok semua ke tim dan dilaporkan ke DPP masing-masing partai. Kemarin sudah saya sampaikan ada enam atau lima (calon wakil-red),” ucap dia.
Dia menyebut, pembahasan dengan partai pengusung lain mengenai calon wakil wali kota masih bersifat cair dan dinamis. Dia berharap siapapun wakil yang akan terpilih, nantinya dapat meningkatkan elektabilitas Yoyok Sukawi.
“Tentu harapan kita nanti Mas yoyok yang lebih tahu persis karena tadi saya sampaikan bahwa pasangan ini harus cocok,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Semarang tersebut.
Sebelumnya peneliti survei Indo Barometer, M Qodari menyampaikan hasil survei Pilwakot Semarang dalam FGD “Membaca Peta Politik Jelang Pilwakot Semarang 2024 Jilid 3” di Hotel Neo Candi, Selasa 6 Agustus 2024 siang. M Qodari hadir dalam FGD secara online melalui Zoom Meeting.
Dia mengatakan, awareness pemilih paling tinggi terhadap AS Sukawijaya (Yoyok Sukawi) mencapai (16.5%), disusul Hevearita G Rahayu (Mbak Ita) (11%), Ade Bhakti Ariawan (6.3%), Dico M. Ganinduto (2.8%) dan Krisseptiana (Tia Hendi) (2%), nama lainnya (<2%). Pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab (56.5%).
“Alasan utama publik memilih calon wali kota adalah karena dinilai berpengalaman, kinerjanya bagus/terbukti, dekat dengan rakyat/merakyat, hanya nama calon tersebut yang saya tahu dan orangnya baik,” ucap Qodari.
Survei ini dilakukan pada 18 hingga 23 Juli 2024 di 16 kecamatan menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Jumlah sampel sebanyak 400 responden, dengan margin of error sebesar ±4.90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.













