JEPARA (SUARABARU.ID) – KKN Unisnu angkatan ke-XVII berkolaborasi bersama Tim Penggerak (TP) kelompok kerja (pokja) PKK Desa Semat atas arahan dari PKKP (Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda) Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan pelatihan pembuatan stik bunga turi dan pengemasan produk. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk lokal. Pelatihan yang berlangsung di balai desa Semat ini dihadiri oleh 15 anggota PKK selama 2 hari, yakni pada tanggal 2 Agustus dan 5 Agustus 2024.

Ketua Pokja II TP PKK Desa Semat Nur Ahyuni, menekankan pentingnya kemasan yang menarik dan higienis untuk meningkatkan nilai jual produk serta memberikan kesan profesional kepada konsumen. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan permintaan produk dari kampung Semat. Materi pelatihan disampaikan oleh tim PKKP Jawa Tengah, Nur Khoridani dan Muhammad Putra Andika, yang berkompeten di bidang desain kemasan dan pemasaran. Peserta pelatihan mempelajari pentingnya pemilihan bahan kemasan yang tepat, teknik dasar desain kemasan, dan cara menciptakan branding melalui kemasan.
Sementara itu, Nur Khoridani selaku ketua tim PKKP Jawa Tengah menyatakan bahwa pelatihan ini penting untuk mendukung UMKM lokal. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan pelatihan kepada usaha kecil dan menengah agar mereka dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar,” jelasnya.
Praktik pembuatan stik bunga turi dilaksanakan di rumah Ani salah satu anggota PKK Desa Semat. Acara ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Semat dan tim PKKP Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan tanaman turi yang melimpah di desa.
Setelah Ketua PKK Desa Semat Nur Ahyuni membuka acara, tim PKKP Jawa Tengah memandu sesi pelatihan yang mencakup cara memilih daun turi yang baik, teknik pengolahan, serta cara membuat stik turi yang renyah dan lezat. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap tahapan proses pembuatan, mulai dari pemilihan daun, pencampuran bahan, hingga proses penggorengan.
Antusiasme para peserta tampak tinggi saat mereka berbagi pengalaman mengenai berbagai resep dan teknik memasak lainnya. Nur Ahyuni, berharap ibu-ibu PKK Desa Semat dapat terus mengembangkan keterampilan mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha kecil-kecilan seperti pembuatan stik turi. “Setelah pelatihan ini selesai, ibu-ibu PKK bisa mempraktikkannya di rumah sehingga hasilnya bisa dinikmati bersama anggota keluarga,” harapnya. Begitu pun Nur berharap ibu-ibu PKK dapat mengembangkan produk lokal yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional.
ua/Nina Anggraini
barbartoto
situs togel terpercaya
barbartoto
situs toto
scatter hitam
slot demo













