blank
Wamenkue RI Suahasil Nazara saat hadir dalam penyerahan bantuan TJSL Sinergi penyelamatan DAS Serayu di Dieng. Foto : SB/Muharno Zarka

BANJARNEGARA(SUARABARU.ID)-Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta PT Geo Dipa Energi (Persero) Tbk untuk mulai memikirkan bisnis karbon. Sebab, karbon merupakan bisnis masa depan.

Hal itu dia sampaikan pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 PT Geo Dipa Energi di Kantor GDE Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (7/7/2024).

Acara tersebut sekaligus penyerahan program bersama Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Sinergi penyelamatan DAS Serayu dari 7 perusahaan di bawah Kementerian Keuangan yang disebut Special Mission Vehicle (SMV).

“Karbon ini bisnis masa depan dunia. Untuk SMV, pikirkan mengenai posisi Anda semua di dalam carbon footprint dan bagaimana cara dan apa yang kita lakukan untuk jadi carbon offset (upaya mengurangi karbon) bagi dunia,” katanya.

Poin yang harus jadi perhatikan oleh SMV dan juga Geo Dipa, lanjut dia, adalah bahwa penggunaan fosil fuel akan meniggalkan carbon footprints atau jejak karbon karena mengeluarkan CO2 yang bikin bumi lebih panas.
Temperatur meningkat dan perubahan iklim ekstrem.

“Jika 50 tahun yang lalu pemerintah terbitkan konsesi hutan tujuannya supaya boleh tebang kayu. Sekarang kalau pemerintah terbitkan konsesi hutan tujuannya supaya kayunya dipelihara agar bisa diklaim karbonnya. Yang bisa diklaim itu lalu dijual ke kegiatan ekonomi yang hasilkan karbon,” tandasnya.

Karena itu, menurut Wamenkue, karbon bisa jadi peluang bisnis baru dan hal itulah yang harus dikembangkan di Geo Dipa Energi sebagai perusahaan yang memproduksi energi dari panas bumi.

“Kita punya hutan, punya panas bumi. Sehingga punya carbon offset. Seharusnya kita yang musti mengajari internasional soal carbon offset. Harapannya di tahun2 ke depan Geo Dipa Energi jadi champion di urusan karbon ini,” lanjut Suahasil.

Lakukan Ekspansi

blank
Wamenkue RI Suahasil Nazara memberikan arahan di sela-sela penyerahan bantuan TJSL Sinergi penyelamatan DAS Serayu di Dieng. Foto : SB/Muharno Zarka

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendorong PT Geo Dipa Energi sebagai perusahaan di bawah Kemenkue untuk melakukan ekspansi daerah operasionalnya baik di Dieng dan Patuha, juga di daerah-daerah lain.

Dengan demikian, papar Suahasil, potensi panas bumi RI termasuk yang dikerjakan PT Geo Dipa Energi di Dieng Wonosobo-Banjarnegar benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan potensi panas bumi luar biasa besar belum banyak yang diupayakan dan diusahakan. PT Geo Dipa Energi sebagai salah satu perusahaan di Kemenkeu diberi tugas supaya panas bumi bisa bermanfaat bagi rakyat indonesia,” kata Suahasil.

Sebagai informasi, panas bumi RI penting posisinya lantaran potensi sumber dayanya saat ini disebut mencapai 23.765,5 MW atau sekitar 40 persen total potensi panas bumi global.

Dengan potensi itu, imbuhnya, industri panas bumi Indonesia dapat menjadi tulang punggung untuk mewujudkan ketahanan energi dan ekonomi nasional.

“Energi panas bumi juga memiliki peran penting untuk dapat membantu merealisasikan target NZE 2060 dan pelaksanaan kebijakan ekonomi hijau,” ujarnya.

Dikatakan, PT Geo Dipa Energi (Persero) sendiri mencatat capaian produksi tahun 2023 sebesar 825 Gwh yang berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar Rp 1.049 miliar dan laba bersih sebesar Rp 219 miliar.

“Capaian produksi dan laba bersih PT Geo Dipa Energi tahun 2023 merupakan all time high atau capaian tertinggi perseroan semenjak berdiri pada tahun 2002,” bebernya.

Muharno Zarka