blank
ilustrasi kota masa depan

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pasca pandemi covid-19 selesai, menjadi momentum untuk memulai kembali apa yang telah dirancang dan direncanakan. Termasuk pembangunan berbagai macam properti yang mulai menjamur di perkotaan, salah satunya Semarang.

Sebagai pusat ibukota Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di pesisir pantai, Kota Semarang menjadi target para pengembang properti sejumlah grup – grup developer raksasa ataupun kelas menengah hingga lokal.

Terlepas dari Kota Jakarta dan Kota Surabaya, kota pesisir pantai yang terbilang sudah semakin penuh sesak dengan pembangunan gedung dengan beragam arsitektur, Kota Semarang ibarat permata ‘kepala naga’ baru yang siap diperebutkan.

16 kecamatan dengan 177 kelurahan yang tersebar se-Kota Semarang menyediakan potensi – potensi lahan yang strategis untuk dikembangkan, ditunjang dengan berbagai kemudahan perizinan yang ramah investasi disediakan Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Semarang, Diah Supartiningtias, mengungkapkan keunggulan Kota Semarang sebagai tempat investasi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk peluang investasi di sektor jasa dan industri.

“Pemerintah Kota Semarang sangat memfasilitasi segala perizinan usaha di Kota Semarang, hal ini dimaksudkan untuk membuat Kota Semarang semakin ramah investasi di masa depan,” katanya.

Imbasnya, sejak dikeluarkannya kebijakan ramah investasi tersebut, sektor properti di Kota Semarang mengalami peningkatan positif. Dari data Real Estate Indonesia (REI) hingga pertengahan 2023 properti di Kota Semarang tumbuh 5,14 persen terhadap perekonomian Semarang.

Kemudahan perizinan, infrastruktur yang memadai, kemudahan akses transportasi seperti bandara, stasiun kereta api, hingga pelabuhan yang menjadi sarana antar moda daerah menjadi daya tarik tersendiri.

Dampaknya, beberapa developer pengembang mulai menanamkan investasinya lantaran melihat prospek yang cerah dan menjanjikan. Bahkan sejak jauh – jauh hari sejumlah rintisan pembangunan properti sudah berjalan dan siap pakai.

blank

Adinda Rizky Aulia selaku secretary corporate Awann Group mengungkapkan, pihaknya sangat antusias dengan pengembangan properti di Kota Semarang lantaran di Kota Semarang sendiri memberikan banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Proyek – proyek Awann Group Hotel & Property menjadi proyek prestisius, selain mengembangkan jasa hospitality melalui pengembangan Hotel Awann, dua proyek lainnya yang sedang dikembangkan adalah sport station di Semarang Timur dan beach club di kawasan pantai utara Kota Semarang.

“Kota Semarang telah mengalami perubahan dan kemajuan, dan Awann Group berkomitmen untuk turut serta menggerakkan perubahan positif ini. Dengan beberapa proyek yang sedang dikembangkan, kami konsisten berkontribusi mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja yang bertujuan memberi manfaat serta membawa kualitas hidup untuk Warga Kota Semarang yang lebih baik dan positif,” katanya.

Disisi properti perumahan bagi warga menengah, developer properti dari Ciputra Group yang menangani perumahan Citragrand Semarang yang ada di wilayah Pedurungan memprediksi tingkat hunian terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

Tipe – tipe rumah yang ada di Citragrand mulai menjadi incaran para pasangan muda yang menginginkan hunian memadai untuk jangka panjang. Terlepas makin banyak pula peminat ruko – ruko yang bisa dijadikan tempat kediaman sekaligus tempat usaha.

“Nggak hanya di Citragrand, beberapa properti perumahan di sekitar sini juga kena imbas. Bahkan unit rumahnya belum dibangun saja sudah banyak yang pesan sampai harus mengantri,” katanya.

Tak hanya hotel, perumahan, hingga properti kecil lainnya, Kota Semarang pun diserbu dengan investasi pusat perbelanjaan yang mulai menjamur belakangan ini, bahkan beberapa mall yang sudah ada berani mengembangkan tempatnya lebih luas lagi.

Beberapa yang siap mengembangkan diri di antaranya seperti Mall Paragon Semarang milik Pollux Group dan DP Mall dari Lippo Group, dimana keduanya siap menambah area mall ke samping dengan membangun bangunan ekstensi.

blank

Dari developer lokal sekaligus pemain lama, SRLand Properties membuat terobosan dengan merubah pusat perbelanjaan pertama di Kota Semarang, Sri Ratu, menjadi properti berkonsep smart mall serta beralih nama menjadi Queen City.

Didukung dengan arsitektur campuran antara art deco, modern classy and futuristic, Queen City semakin mengkukuhkan brandnya menjadi pusat perbelanjaan pintar dengan mengaplikasikan teknologi artificial inteligent di keseluruhan mall.

“Queen City bertransformasi menjadi tak hanya sekedar pusat perbelanjaan saja, tapi juga dengan teknologi AI menawarkan pengalaman belanja yang cerdas, tak hanya bagi pengunjung tapi juga bagi para tenant,” kata CEO SRLand Properties, Vonny Tresno Santoso.

Tak hanya di kawasan tengah kota, kawasan pesisir utara Kota Semarang juga dilirik sejumlah developer dengan mengembangkan kawasan Pearl of Java (POJ). Selain dirancang pembangunan perumahan mewah, sekolah internasional, ruko, juga dibangun pusat perbelanjaan berkonsep ruang terbuka hijau.

Mall 23 Semarang menjadi proyek prestisius PT Paradise Indonesia yang menggandeng Bina Nusantara sebagai rekanan pembangunan. Terletak di bersebelahan dengan sekolah Binus, Mal 23 Semarang digadang jadi mall yang eco-green di POJ.

Sebagai pusat perbelanjaan yang akan hadir di Kota Semarang dengan mengusung konsep ikonik. Pembangunan Mall 23 Semarang dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun 2025 mendatang.

Director CEO Paradise, Anthony Prabowo Susilo, menjelaskan, mall tersebut dibangun di atas lahan seluas 6 hektare di tepi pantai Laut Jawa, tepatnya di pesisir utara Kota Semarang.

Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa membuat suhu rata-rata di Kota Semarang yang cukup panas, menjadi dasar pemikiran untuk mengembangkan mal yang menawarkan konsep dengan fitur utama menyediakan sebanyak mungkin ruang terbuka sebagai area lansekap vegetasi dan kolam ikan untuk menurunkan suhu sekitarnya.

“Konsep pembangunan arsitektur mall ini bertujuan agar tercipta secara alami sebuah suasana mall yang teduh dan sejuk, walaupun berada di tepi laut,” kata Anthony.

Konsep ini akan menjadikan Mall 23 Semarang sebagai satu-satunya pusat perbelanjaan yang menggabungkan kekuatan elemen arsitektural dengan kondisi alam sekitarnya.

Mall ini sendiri memiliki akses utama di sisi barat serta akses dari sisi Timur dengan Open Plaza menghadap ke kanal yang menuju ke Laut Jawa. Kedua akses utama tersebut terhubung melalui fitur utama berupa ruang terbuka hijau di tengah-tengah mal yang direncanakan sebagai tempat pengunjung menikmati suasana hutan kota yang rindang.

Selain Mall 23 Semarang, beberapa pusat perbelanjaan lain juga sedang dikembangkan, di antaranya pembangunan Padma Piazza di Semarang Barat, dan satu lagi mall yang rencananya akan dibangun di kawasan Semarang Barat.

Sebelumnya, pada tahun 2023 ini telah ada Uptown Mall BSB City Mijen dan The Park Mall Jalan Madukoro. Bahkan, kabar yang beredar akan ada lagi mal milik Pakuwon Group dibangun di Kota Semarang.

“Regulasi kemudahan investor menjadi payung penting bagi para investor. Investor punya prinsip ‘ada gula maka semut pun berdatangan ke situ’. Kalau saya melihat investasi di sektor ini cukup disambut hangat oleh investor,” kata Ekonom Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Heri Prabowo.

Heri mengatakan, posisi Kota Semarang amat strategis bagi investor menanamkan modalnya. Selain menjadi simpul Jawa, juga menjadi salah satu kota dagang dan pusat jasa teraktif di Indonesia.

“Ternyata para pengusaha dan pemerintah menangkap itu, kebutuhan tempat-tempat baru untuk mal ini makin mendesak disediakan lebih banyak pilihan, dan itu terbukti,” ujarnya.

Dia menilai, kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu telah menunjukkan keramahan ihwal investasi masa kini. Perkembangan zaman yang pesat, didorong dengan aktivitas masyarakat modern ditangkap oleh perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut.

“Mereka yang beraktivitas setiap hari butuh refreshing lebih dekat, alternatifnya memang mal. Selain itu kawula muda di Kota Semarang juga banyak yang ditandai dengan perguruan tinggi ini lebih suka nongkrong dan jalan-jalan di pusat perbelanjaan modern,” ujarnya.

Ditambah lagi dengan pergeseran industri manufaktur ke daerah-daerah penyangga Kota Semarang. Terlebih, kawasan penyokong tersebut tidak banyak memiliki mal dan pusat perbelanjaan.

“Sehingga mal di Kota Semarang ini menjadi tujuan masyarakat dari daerah penyangga tersebut, karena aksesnya mudah. Seperti tol dan jalan, lalu fasilitas publik dan infrakstrukturnya perlahan mulai mendukung,” katanya.

Meski begitu, Heri menyatakan pentingnya menitikberatkan aspek lingkungan, sosial, dan budaya di tengah kemudahan investasi di Kota Semarang.

Aspek lingkungan menjadi penting, menurutnya yaitu tersedianya ruang terbuka hijau. Segi sosial dapat berjalan dengan membuka lapangan pekerjaan yang mengutamakan warga Kota Semarang.

blank

Sebagai warga Kota Semarang bisa memberikan pelayanan yang baik, sehingga rasa aman investor pun terjaga, termasuk menerapkan kearifan lokal dengan memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui produk-produk tradisionalnya.

“UMKM, ini penting diberikan regulasi, artinya ketika ada pusat perbelanjaan modern bisa menggaet produk-produk warga Kota Semarang,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPGRIS tersebut.

Potensi-potensi tersembunyi lainnya juga tak kalah penting untuk dimunculkan. Tentunya selain selektif juga mengedepankan kualitas dan kuantitas produk. Pasalnya, tengah masyarakat modern sangat memperhatikan dua hal tersebut.

“Lebih selektif, sebenarnya makanan tradisional kita itu sehat semua. Namun, orang masuk mal dengan jiwa modern itu yang dilihat kemasan menariknya,” kata Heri.

Heri yang juga dikenal sebagai Ahli Marketing ini mengatakan, tren orang berkunjung ke mal dan pusat perbelanjaan tidak melulu soal belanja pakaian, melainkan menikmati kuliner sekaligus kongkow.

Oleh karena itu, dirinya berpendapat, pemerintah harus memperhatikan UMKM karena tren sekarang datang ke mal tidak hanya beli pakaian, tetapi juga kuliner dan nongkrong.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pembangunan mal atau pusat perbelanjaan diperlukan untuk meningkatkan ekonomi, kualitas pendidikan, dan daya tarik wisata.

“Ini merupakan satu bagian meningkatkan perekonomian Kota Semarang. Ada multiplier effect-nya,” kata Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Menurutnya, mal di Semarang terus tumbuh karena permintaan masyarakat memang sangat besar. Di sisi lain, dia juga yakin bahwa tumbuhnya pusat perbelanjaan di Semarang tidak akan mematikan UMKM yang ada di kota tersebut. Bahkan, kehadiran mal bisa berdampak positif untuk pengembangan UMKM.

Ita mengungkapkan, keuntungan investasi di pesisir Semarang yang memiliki lokasi strategis dekat dengan bandara, pusat kota dan Laut Jawa. Menurutnya, lokasi ini sangat cocok bagi investor yang memiliki ide usaha seperti lifestyle dan kegiatan lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan mendukung pembangunan di wilayah itu seperti yang pertama kali dilakukan oleh PT Indonesia Paradise Property dalam mendirikan Mall 23 Semarang.

“Pemkot Semarang sangat mendorong investasi karena memang di wilayah ini dekat bandara, belum ada pusat mal. Wilayah sini sangat mendukung perekonomian karena dekat bandara dan pelabuhan, kemudian juga dengan perumahan. Dan ini daya tarik di pinggir pantai, saya lihat ada kanal dan ini hampir mirip dengan Pantai Indah Kapuk (PIK). Tentu sebagai destinasi wisata juga bisa jadi wisata belanja dan alam, karena ini sangat terbuka,” katanya.

Apalagi pusat perbelanjaan ini dekat dengan Kampus Bina Nusantara (Binus) yang notabenya tidak hanya warga Semarang yang akan melakukan transaksi di Mal 23 Semarang. Ditambah Kota Semarang merupakan wilayah simpul Jawa yang sering menjadi tempat singgah.

Pada satu sisi, Kota Semarang juga sedang melakukan pembangunan infrastruktur seperti Flyover Madukoro dan di wilayah Jalan Kaligawe untuk menjawab permasalahan banjir dan kemacetan.

“Apalagi Kota Semarang menjadi simpul Jawa jadi orang mau ke Surabaya atau ke Jakarta pasti lewat Semarang, karena tol sudah jalan. Dan juga di Madukoro sedang dibangun oleh PUPR dan Kaligawe sedang dibagusin. Sudahlah datang ke Semarang,” katanya.

Hery Priyono