Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahidin S.S., dan Ketua Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Edi Nurwahyu Julianto S.Sos.,M.I.Kom menjadi narasumber dalam Talkshow USM Update di Radio USM Jaya FM dengan tema ''Lembaga Penyiaran Sukseskan Pemilu 2024'', baru-baru ini. (Foto:News Pool USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga penyiaran seperti televisi, radio dan media cetak maupun online harus netral dalam menyampaikan informasi ke masyarakat terutama saat menjelang Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Ketua Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Edi Nurwahyu Julianto S.Sos.,M.I.Kom dalam Talkshow USM Update di Radio USM Jaya FM dengan tema ”Lembaga Penyiaran Sukseskan Pemilu 2024”, baru-baru ini.

Talkshow yang dipandu oleh Elsa Safira dan Intan Tiwi itu menghadirkan dua narasumber yaitu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahidin S.S., dan Ketua Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Edi Nurwahyu Julianto S.Sos.,M.I.Kom.

Edi mengatakan, lembaga penyiaran harus bersifat netral serta dapat menjadi rujukan sumber informasi yang akurat, objektif, netral dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat khususnya menjelang pelaksanaan pemilu.

”Lembaga penyiaran sebisa mungkin netral. Tidak hanya sekadar mementingkan cari uang, jangan sampai membuat keadaan dalam pemilu semakin panas. Namun, lembaga penyiaran juga harus bisa menjadi rujukan sumber informasi yang akurat, objektif, netral, memberikan gambaran kepada masyarakat, dan lain sebagainya, sehingga pelaksanaan pemilu bisa berjalan baik,” kata Edi.

Menurutnya, dalam pemberitaan mengenai kampanye pemilu, tak jarang terjadi pelanggaran salah satunya di media sosial, dimana banyak cuitan yang viral dan berbau berita hoax. Lembaga penyiaran baik radio hingga televisi harus melakukan screening terhadap konten yang dibuat dan bernilai mengedukasi, menjaga perbedaan agar tidak menjadi konflik.

”Pengalaman saya pernah di lembaga penyiaran di Jawa Tengah, sejauh ini Jawa Tengah cukup aman. Terkait pemilu, sekarang yang rawan adalah konten di sosial media banyak yang tidak mendidik,” jelasnya.

Dia berharap, lembaga penyiaran di Jawa Tengah dapat menjaga dalam memberikan informasi yang akurat, objektif serta netral, sehingga pelaksanaan pemilu selama 5 tahun sekali itu dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Edi menambahkan, radio merupakan lembaga penyiaran yang tepat bagi peserta pemilu untuk menyosialisasikan visi, misi, serta program. Meskipun demikian, dia mengimbau lembaga penyiaran untuk bisa memberikan asas keadilan dalam memberikan informasi tekait dengan kampanye.

Muhaimin