
Seperti prosedur medis pada umumnya, terapi laser dapat menimbulkan efek samping, antara lain kulit terbakar dan perubahan warna kulit.
3. Intense pulsed light (IPL)
Prosedur dan cara kerja IPL mirip dengan terapi laser. Namun, jenis sinar yang digunakan berbeda. IPL memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang dan kekuatan tertentu untuk menghasilkan panas pada jaringan kulit. Suhu panas ini kemudian akan merusak folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut menjadi terhambat.
Prosedur IPL biasanya membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit setiap sesinya dan dapat diulang beberapa kali. Meski cukup efektif untuk menghilangkan kumis dan bulu-bulu di tubuh, IPL tidak disarankan untuk dilakukan pada wanita hamil atau orang yang memiliki warna kulit gelap.
4. Elektrolisis
Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke setiap folikel rambut lalu aliran listrik akan diberikan untuk merusak folikel rambut dan mengambat pertumbuhan rambut. Sebelum jarum dimasukkan, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih dahulu untuk mencegah nyeri.
Sama halnya dengan dengan terapi laser, elektrolisis perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Selain menghilangkan kumis, dokter juga akan melakukan penanganan terhadap penyakit yang mungkin menjadi penyebabnya. Penanganan yang dilakukan dokter tentu akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Munculnya kumis yang disebabkan oleh faktor keturunan mungkin tidak membutuhkan pengobatan medis khusus. Namun, apabila tumbuhnya banyak kumis disebabkan oleh kondisi medis tertentu, maka faktor penyebab munculnya kumis ini perlu ditangani dengan tepat oleh dokter.
Ning S













