blank
Ilustrasi penyebab wanita berkumis. Foto: Dok/Alodokter

Mengingat banyaknya penyebab yang bisa melatarbelakangi tumbuhnya kumis pada wanita, maka kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Untuk mencari tahu penyebabnya, dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pencitraan atau radiologi, seperti CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat tumor atau kista di organ tersebut.

Cara menghilangkan kumis pada wanita

Kumis yang tumbuh pada wanita dapat dihilangkan dengan cara sederhana, seperti mencukur, waxing, atau mencabut. Hanya saja, cara ini tidak mampu menghilangkan kumis secara permanen, sehingga kumis dapat tumbuh lagi di kemudian hari.

Jika ingin menghilangkan kumis secara permanen, maka diperlukan penanganan secara langsung oleh dokter. Penanganan yang dilakukan dokter untuk menghilangkan kumis secara permanen berbeda pada tiap wanita, tergantung apa faktor penyebabnya.

Ada beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menghilangkan kumis pada wanita.

1. Pemberian obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat diresepkan dokter untuk menangani hirsutisme, yaitu pil kontrasepsi (pil KB) dan obat antiandrogen, seperti flutamide, spironolactone, dan finasteride, untuk menghentikan produksi hormon androgen.

Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat berupa krim eflornithine yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan rambut. Jika tumbuhnya rambut disebabkan oleh resistensi insulin, dokter juga mungkin akan memberikan obat diabetes.

Obat-obatan ini biasanya baru menunjukkan hasil setelah 3–6 bulan penggunaan. Namun, jika setelah lebih dari 6 bulan penggunaan obat tak kunjung membuahkan hasil atau kumis masih tumbuh seperti biasa, dokter mungkin akan merujuk kamu ke dokter spesialis untuk menjalani prosedur terapi laser atau elektrolisis.

2. Terapi laser

Metode ini memanfaatkan sinar laser untuk merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhan rambut atau kumis. Meski demikian, dibutuhkan beberapa kali terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.