blank
Kanal Budiarto, salah satu fotografer Jepara ( Foto: Lendi )

JEPARA (SUARABARU.ID) – Perang Obor Tegalsambi yang sejak dua tahun lalu menjadi WarisanBudaya Takbenda di Indonesia, digelar meriah Senin (5/6-2023) malam. Even budaya terbesar ke dua di Jepara ini mampu menarik perhatian sekitar 300 fotografer lokal, regional, nasional dan internasional.

blank
Seorang fotografer sedang mengabadikan perang obor (“Foto: Kanal Budiarto)

Hal tersebut diungkapkan oleh Kanal Budiarto, salah satu pegiat fotografi Jepara dalam perbincangan khusus dengan SUARABARU.ID Selasa (6/6-2023). “Mereka tertarik karena ritual perang obor tergolong langka dan memiliki aura magis yang sangat menarik untuk diabadikan,” ujar Kanal Budiarto.

blank
Para fotografer dari Fotografi Indonesia bersama Petinggi Tegalsambi Agus Santoso

Menurut Kanal yang kesehariannya bekerja di RSUD RA Kartini Jepara ini, para fotografer nasional dan internasional sangat terkesan dengan perang obor Tegalsambi. “Mereka merasa surprise bisa mengabadikan even ini,” tutur Kanal

Karena itu perang obor menjadi obyek hunting fotografer dari seluruh Indonesia dan juga mancanegara. “Mereka sangat antusias dan bahkan merencanakan menjadikannya sebagai agenda hunting fotografer nasional,” ujar Kanal.

Dalam perbincangan dengan mereka, Kanal Budiarto mengungkapkan, para fotografer mengaku terkesan dan menilai even budaya itu sangat seru. “Seakan mereka ikut larut di dalam prosesi yang sudah berlangsung selama 500 tahun ini. Mereka juga harus berlari menghindari percikan api,” tuturnya.

blank
Para fotografer sebelum berburu momen Perang Obor

Dijelaskan oleh Kanal, fotografer yang hadir diantaranya Arbain Rambey dan rombongan dari Fotografi Indonesia, dari PotretIndonesia.tour tercatat Ranar Pradipto, Imran Rosadi dan M.Faies. Bersamaan dengan trip potretindonesia juga terdapat fotografer dari Singapura dan Malaysia seperti Ang Peng Hock (Singapura), Mak Wei Seng (Singapura), Yoong Chean Shing (Malaysia) serta Liew Chuw Yee (Malaysia)

Disamping itu ada juga fotografer dari Malang, Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Bandung dan Jakarta. “Namun jumlah terbanyak tetap fotografer dari Jepara.

Kehadiran para fotografer ini akan menjadi media promosi yang efektif bagi Jepara. “ Sebab ditangan para fotografer profesional ini prosesi perang obor Tegalsambi akan terdokumentasikan dengan baik dan akan menarik siapapun yang menikmati karya fotografi ini,” tutur Kanal

Hadepe