Taman Lapdek Kota Sukabumi, Jabar, hadir menjadi area publik serbaguna. Untuk olahraga jogging, bersepeda, skateboard, senam sehat. Juga menjadi tempat momong anak-anak, dan tersedia pula jasa rental sound system untuk menyanyi karaoke.(SB/Bambang Pur)

SUKABUMI (SUARABARU.ID) – Taman dan Lapangan Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi, Jabar, dikenal sebagai fasilitas publik serbaguna  outdoor untuk segala umur. Tapi simak, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, memberlakukan delapan larangan bagi warga masyarakat yang berkunjung ke Taman Lapdek.

Delapan larangan itu terdiri atas dilarang merokok, meludah, membawa hewan peliharaan, kencing sembarang tempat, bawa minuman keras (miras), merusak tanaman, mencoret tembok dan buang sampah sembarangan.

Bahkan jam kunjungan warga masyarakat ke Taman Lapdek, dibatasi untuk waktu pagi Pukul 06.00-11.00 dan sore Pukul 15.00-18.00. Sejak pemerintah mencabut Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait melandainya Covid-19, area publik tersebut kembali ramai didatangi warga masyarakat.

Sebagai fasilitas publik, di area tepian Taman Lapdek Sukabumi dinaungi pohon-pohon besar berusia tua yang dipertahankan keberadaannya. Ini menjadikan lokasi tersebut teduh dan sejuk.

Di area Lapdek, dibangun track untuk jalan sehat, berlatih badminton, bersepeda, dan dibangun tribun di bagian tepiannya. Untuk track melingkar warna biru inline, berukuran panjang 272 Meter (M) dan lebar 4,9 M, diperuntukkan khusus sepatu roda, sepeda dan skateboard. Kemudian track warna merah online memiliki panjang 322 M dan lebar 5,9 M untuk jogging dan jalan sehat.

Disediakan pula lapangan basket dan taman bermain untuk anak-anak, juga tersedia venue untuk senam sehat bersama. ”Kalau hari libur tanggal merah ramai,” tutur Irwan yang membuka jasa rental sepeda dan skateboard. Uang sewa sepeda atau skateboard Rp 20 ribu per jam.

Air Legen

Di saat terjadi keramaian masyarakat, berdatangan pula para pedagang asongan seperti penjual Kue Sagon, Kerak Telor, Tahu Sumedang, Cilok Goreng, Permen Jahe dan Permen Gula Asem serta minuman tradisional Legen (air nira). Juga ada rental sound system menyanyi karaoke. Pedagang asongan ada yang menjajakan Minyak Urut dari Banten.

Diantara banyak pedagang asongan yang berjualan di area publik Lapdek Kota Sukabumi, ada Uwak Dede yang setia menjajakan minuman tradisional Air Legen yang diwadah bumbung bambu.(SB/Bambang Pur)

Bang Maman, penjual Kerak Telor, mengatakan, jam berjualan hanya sebatas di saat keramaian berlangsung. Di luar itu, datang para petugas Satpol-PP yang meneretibkannya. Maman mengaku, bersama rekan-rekannya sesama penjual kerak telor, mulai Tanggal 13 sampai dengan 16 Juni 2023, mendapat undangan meramaikan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Lain ceritanya dengan Uwak Dede yang setia menjual kelilingan minuman Legen yang diwadah bumbung bambu. ”Segelas harganya Rp 5 ribu, ini minuman dari air menyadap nira bunga pohon Enau (Aren),” ujarnya.

Nama Lapdek menurut sejarahnya erat kaitannya dengan nama Hotel Merdeka (dulu Hotel Victoria) Tahun 1883-1942. Yakni hotel milik Ort warga kebangsaan Ingris, yang kemudian beralih pemilikannya ke warga Belanda bernama AA E Lenne.

Di Lapdek, pada Tahun 1951 Presiden RI pertama Bung Karno, pernah menyampaikan pidato kenegaraan. Kota Sukabumi, terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau. Terdapat beberapa destinasi wisata alam yang cukup terkenal, di antaranya adalah Pantai Pelabuhan Ratu, Gunung Gede Pangrango dan Curug Cikaso.

Sukabumi, berasal dari bahasa Sansekerta Suka, yang artinya kesenangan, kebahagiaan, kesukaan, dan  Bhumi (bumi). Jadi Sukabumi, artinya Bumi Kesukaan.

Menu wisata kuliner yang terkenal di Sukabumi diantaranya Ayam Bunut, Bubur Ayam Bunut, Sekoteng, Nasi Uduk, Kue Moci, Roti Priangan, dan lain-lain.

Bambang Pur