blank
Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. tengah  menyampaikan laporan kepada Delegasi Saudi Fund for Development (SFD), Post-Evaluation Mission to The Construction of Two University Hospitals in Sebelas Maret University and Andalas University. Foto: UNS

SURAKARTA (SUARABARU.ID)– Delegasi Saudi Fund for Development (SFD), mengunjungi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka Post-Evaluation Mission to The Construction of Two University Hospitals in Sebelas Maret University and Andalas University.

Kedatangan rombongan terdiri General Manager of Evaluation, Mohammed Alateeq. Beliau didampingi oleh Senior Evaluation Specialist, Ziyad Aljebreen dan Fahad Albassam serta seorang Evaluation Analyst, Fahad Bineid diterima diterima Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Direktur RS UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. Senin (29/5).

Kunjungan ini dihadiri Koordinator Pendanaan Multilateral untuk Islamic Development Bank (IDB), SFD, & Bank Regional Timur Tengah, Zaenal Arifin; serta Staf Perencana Pertama, Grasia Veranita dan Abdul Kohar.

Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. melaporkan, pembangunan RS UNS selesai dan dibuka pada 2016 silam. Proyek didanai  SFD, IDB, dan Pemerintah Indonesia.

Hampir semua indikator evaluasi proyek telah dicapai sehubungan dengan efektivitas dan dampaknya. Diantaranya  jumlah 200 tempat tidur telah melebihi target. Diselenggarakannya 62 pelatihan jangka pendek telah dilakukan dokter RS UNS selama sepuluh tahun terakhir. RS UNS turut andil dalam mendukung kelulusan 132 mahasiswa S-2 dan 59 mahasiswa S-3.

Dokter dan tenaga medis RS UNS saat ini berjumlah 531 orang. Sedangkan guru besar dan tenaga pengajar 230 orang. Sebanyak 47 klinik dan departemen biomedis jumlahnya melebihi yang ditargetkan.

Selama pembangunan, proyek berkontribusi menciptakan 580 lapangan kerja. RS UNS  mendapat dua penghargaan bergengsi. Pertama, Peringkat Akreditasi ‘Paripurna’ yang merupakan peringkat tertinggi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada Desember 2022 lalu.

Kedua, RS UNS ditetapkan sebagai RS Pendidikan Dasar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Januari 2023. Lebih dari 124.000 pasien rawat jalan mendapat pelayanan di RS UNS pada tahun 2022. Jumlah disebut terakhir lebih tinggi daripada tahun 2017 yang sekitar 33.000 pasien rawat jalan.

Begitu juga jumlah pasien rawat inap dan pasien gawat darurat yang awalnya hanya memiliki 50 tempat tidur kini mempunyai  lebih dari 200 tempat tidur. RS UNS juga turut berperan aktif dalam penanganan Pandemi Covid-19. Selama tahun 2020 hingga 2022, lebih dari 4.700 pasien Covid-19 ditangani oleh rumah sakit ini.

“RS UNS telah menetapkan visinya untuk mewujudkan RS UNS sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang bereputasi internasional, berlandaskan kedokteran komunitas dan nilai-nilai budaya bangsa,” kata  Prof. Irwan

Sementara itu Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho ketika diminta tanggapannyamengatakan, k usai kunjungan delegasi SFD dan Pemerintah ini merupakan agenda pemantauan dan evaluasi atas dibangunnya RS UNS.

Menurutnya masing-masing delegasi puas dengan kinerja serta pencapaian yang dimiliki RS UNS. “Prinsipnya mereka puas atas apa yang ada di RS karena ini yang membiayai sebetulnya dari IDB. (progresnya) bagus,” tutur Prof. Jamal.

Bagus Adji