blank
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho saat memberikan keterangan terkait skema one way arah Jakarta, di Tol Kalikangkung Semarang. Foto: Dok/Bidhumas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepolisian mengambil diskresi untuk memperpanjang skema one way menuju arah Jakarta, karena arus kendaraan warga yang melakukan mudik balik masih sangat ramai.

Selain itu, Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang masa larangan operasional untuk kendaraan angkutan barang tertentu juga diperpanjang.

Hal ini diungkap Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho saat mendampingi Kapolda, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam melakukan pemantauan arus balik di pos terpadu pintu Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Kamis (27/4/2023).

“Untuk SKB, yang mestinya tanggal 25 dan 26 April sudah normal, ada SKB terbaru untuk kendaraan sumbu tiga tetap dikeluarkan, baik yang ada di tol dan non tol,” kata Dirlantas.

Dirinya menyebut, puncak arus mudik yang terpantau di pintu Tol Kalikangkung terjadi pada Rabu sekitar pukul 11.00-12.00 WIB, dengan rata-rata kendaraan melintas sekitar 3700 kendaraan.

Atas kondisi tersebut, sambungnya, Polda Jateng mengambil kebijakan untuk melakukan one way lokal dari tol Km 425 sepanjang 11 kilometer menuju arah barat.

“One way lokal juga dilakukan di jalur non tol, yaitu di fly over Klonengan menuju arah pintu Tol Pejagan, Brebes. Disana dilakukan one way dan buka tutup arus kendaraan, karena kapasitas jalan yang sempit sedangkan arus kendaraan cukup besar,” tuturnya.

Kebijakan ini, terang Dirlantas, berdampak positif pada arus lalu lintas kendaraan. Arus kendaraan menjadi terpecah, sehingga lalu lintas terpantau lancar, baik di jalan tol maupun non tol.

Dirlantas mengungkapkan, arus balik kendaraan yang melalui pintu Tol Kalikangkung saat ini sudah mencapai 47 persen. Untuk itu pihaknya mengantisipasi sisa kendaraan sejumlah 53 persen yang akan melakukan perjalanan balik tahap 2 pada tanggal 28, 29 dan 30 April mendatang.

“Untuk mengantisipasi itu, akan diterapkan kebijakan termasuk larangan kendaraan angkutan sesuai SKB, one way maupun ganjil genap kendaraan yang masuk jalan tol,” terangnya.

“Kendaraan berpelat nomor genap yang akan berangkat di tanggal ganjil, dan sebaliknya, disarankan untuk mengambil jalur arteri atau non tol. Silahkan para pengendara yang akan balik, menentukan mau berangkat tanggal berapa,” tandasnya.

Ning S