
Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers ketika berada di Loji Gandrung mengemukakan, upacara ngunduh mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gundono sekaligus merupakan upaya nguri uri kabudayan. Juga merawat sekaligus memelihara kebudayaan . Karena budaya adalah warisan para leluhur.
Oleh sebab itu mengenalkan budaya kita adalah wajib . Mencintai kebudayaan kita adalah kewajiban bersama. Oleh sebab itu kecintaan pada budaya harus kita tunjukkan agar identitas budaya kita muncul kembali dan karakter budaya kita juga semakin kinta semakin mencintai.
“Kecintaan pada budaya harus kita tunjukkan. Tujuannya yakni agar identitas budaya kita muncul kembali dan karakter budaya kita juga semakin kita mencintai,” tandasnya.
Secara terpisah dari Tim Media Pernikahan Kaesang-Erina diperoleh keterangan resepsi di Pura Mangkunegaran dimulai saat pasangan penganten tiba di pelaminan pukul 10.05 WIB. Keduanya tampak mengenakan busana pengantin Solo putri modern berwarna biru gelap. Presiden Jokowi, ibu Iriana, dan besannya pun kompak mengenakan busana berwarna senada. Tak ketinggalan, dua cucu Jokowi yakni Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah Nasution turut berbusana serupa.
Acara diawali dengan doa bersama dipimpin K.H. Abdul Karim Ahmad. Selanjutnya Anwar Usman didampingi Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution menyampaikan sambutan mewakili pihak keluarga kedua mempelai.
“Pada pagi hari ini, tentunya keluarga kedua mempelai dan lebih khusus Ananda Kaesang dan Erina mengundang Bapak, Ibu, dan hadirin yang mulia untuk menyaksikan kebahagiaan kedua mempelai dan tentu saja disertai doa semoga kedua ananda bisa membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, keluarga yang diselimuti dengan penuh ketenteraman, penuh cinta, dan penuh kasih sayang,” kata Anwar Usman.
Bagus Adji













