“Berdua sama anak, nonton kirab budaya disini anak saya suka sama Barongan, adanya kirab ini bagus, banyak kesenian-kesenian Blora yang dipentaskan dan bisa menghibur, anak-anak juga biar kenal, suka budaya kita,” ujar Eko Wijanarko.
Untuk diketahui, momentum peringatan hari ulang tahun kota Blora adalah saat yang penting bagi seluruh masyarakat Blora untuk mengingat kembali prosesi cikal bakal dumadine Mblora, atau mengingat berdirinya Kabupaten Blora.
Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam peringatan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga memiliki Kabupaten Blora pada masyarakat.
Selain itu, Kirab Budaya ini sekaligus sebagai wadah menampung kreasi, ekspresi, dan apresiasi masyarakat Kabupaten Blora untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa.
Adapun urutan paraga kirab terdiri dari cucuk lampah, petugas pembawa bendera merah putih, penari dari Dinporabudpar, Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora serta Forkopimda plus, duta wisata Blora, Manggolo Retno dan Domas, Manggolo Yudho dan Prajurit Patangpuluhan, Prajurit Tetabuhan, Prajurit Pembawa Gunungan Lanang, Prajurit Pembawa Gunungan Wadon, dan Komunitas Pemangku Adat.
Kemudian, pangombyong kirab terdiri dari Penegak Hukum, Kelompok SETDA, Kelompok Bank Jateng Blora, Kelompok SETWAN, Kelompok Inspektorat, Kelompok Badan dan Kantor, Kelompok Perangkat Daerah, Kelompok Instansi Vertikal, Kelompok Lembaga Keuangan – Perbankan, Kelompok BUMN, Kelompok BUMD dan Perusda, dan 16 Kecamatan se-Kabupaten Blora.
Kudnadi Saputro













