blank

Oleh : Basuki, S.Pd. M.Pd

Sebagai sekolah yang sedang berkembang dengan kondisi demografis masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai buruh migran di luar kota bahkan sampai ke luar negeri, menyebabkan siswa-siswi SMP 1 Nalumsari kurang perhatian dan kurang menerapan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari –hari

Hal ini nampak pada perilaku siswa yang   kurang disiplin, apatis,tidak percaya diri dan cenderung tidak memperdulikan terhadap kebersihan diri sendiri ataupun lingkungannya. Sikap seperti itu tercermin dari rendahnya kebersihan diri dan kebersihan sekitar kelas yang mereka tempati.

Contoh konkretnya ketika siswa mau duduk mereka tidak peduli apakah itu kotor (najis) atau tidak.  Mereka tanpa pikir panjang langsung duduk saja. Beberapa siswa juga dengan sengaja masih bersepatu masuk area musho

blank
Seorang pelajar memungut sambah di SMPN 1 Nalumsari (Foto: Basuki)

lla.

 

Yang sangat memprihatinkan lagi,  mereka dengan seenaknya membuang sampah baik itu bungkus makanan maupun minuman di sembarang tempat. Padahal pihak sekolah telah menyiapkan tempat sampah yang mamadai di berbagai sudut dan tempat – tempat stategis yang dapat terjangkan mereka untuk membuang sampah.

Bercermin dari keadaan yang masih memprihatinkan tersebut dan guna menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bagi mereka maka sekolah mengadakan koordinasi dengan unsur terkait di sekolah untuk membentuk tim khusus penanganan sampah dan pembiasaan kepada siswa untuk membuang sampah di tempat yang telah ditentukan.

blank
Bunga dalam pot menambah keindahan sekolah (Foto: Basuki )

Hasil rapat koordinasi memutuskan dibentuk satgas K7 dan Gerakan Punggut Sampah oleh siswa. Kegiatan ini dicanangkah saat ulang tahun perak SMP 1 Nalumsari pada tanggal 29 januari 2021.

Sudah hampir berjalan hampir 1 tahun gerakan punggut sampah ini ternyata membawa dampak yang signifikan terhadap penciptaan lingkungan yang bersih dan nyaman di sekolah.

Adapun bentuk nyata yang terjadi setelah pembiasaan gerakan punggut sampah ini adalah  siswa mulai sadar dengan kebersihan diri dan lingkungan mereka. Semakin sedikit siswa yang membuang sampah sembarangn.

Guna mendukung penerapan  PHBSI (Pola Hidup Bersih Sehat dan Indah) di sekolah maka telah dilakukan kerjasama dengan pihak terkait utamanya adalah Puskesmas Nalumsari untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi PHBSI  kepada siswa-siswi .

Dengan gerakan Punggut Sampah tersebut maka terjadi pola pembiasaan yang baik di sekolah tentang kebersihan diri dan lingkungan yang diharapkan agar siswa tidak hanya bersih di sekolah,  tetapi dimanapun mereka berada agar selalu menerapkan pola hidup bersih sehat dan indah.

Penulis adalah Kepala SMP 1 Nalumsari dan Konsultan Pendidikan  Provinsi Jawa Tengah