blank
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersilaturahmi di tempat Gus Baha. Foto: Dok/Bidhumas

REMBANG (SUARABARU.ID) – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersilaturahmi ke beberapa pondok pesantren dan sowan ke sejumlah ulama di Kabupaten Rembang, Rabu (26/10/2022).

Dalam kegiatan silaturahmi, Luthfi didampingi sejumlah PJU memulai lawatan dengan mengunjungi KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) yang disambut langsung oleh ulama kharismatik tersebut.

Kunjungan di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Quran, Desa Narukan, Kragan, Rembang kali ini bertepatan dengan pengajian rutin yang digelar Ponpes tersebut. Usai disambut pengurus pondok, rombongan langsung memasuki ndalem Gus Baha.

Usai mengunjungi Gus Baha, Luthfi melanjutkan silaturahmi ke tempat KH Ubab Maimoen di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, KH Mustofa Bisri di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, dan KH Ahmad Zaim Ma’soemdi Pondok Kauman Karangturi Lasem.

Luthfi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan ke sejumlah ulama Rembang ini merupakan silaturahmi Kamtibmas. Dirinya dan para pejabat utama melakukan kunjungan sekaligus memohon doa agar situasi Kamtibmas tetap berjalan baik.

“Kunjungan ini murni silaturahmi pada beberapa tokoh dan tidak ada agenda lain. Sekaligus memohon doa agar situasi tetap berjalan baik, dan polisi di jajaran Polda Jateng semuanya dapat melayani masyarakat dengan baik,” kata Luthfi.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan Kragan yang juga adik Gus Baha, Zaimul Umam (Gus Umam) mengatakan, kunjungan Kapolda tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dengan tokoh alim ulama Rembang, serta mempererat sinergi kepolisian untuk menjaga kondusivitas masyarakat.

Gus Umam menyebut, tidak ada pembicaraan yang khusus yang dibahas Kapolda dengan Gus Baha.

Menurutnya, Gus Baha berpesan kepada Kapolda dan para pejabat utama agar kepolisian bersama ulama harus kompak menjaga kondusivitas.

“Hanya silaturahmi, hanya ngobrol. Inti kunjungan tadi ulama dan kepolisian bisa selalu bersinergi dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” tuturnya.

Ning Suparningsih