
Apa Itu Job Hopping?
Bagi yang belum mengetahuinya, Job Hopping merupakan kebiasaan seseorang pindah-pindah kerja dari satu tempat kerja ke perusahaan lain dalam waktu singkat.
Selain itu, biasanya job hopping dilakukan sangat sering dan alasannya pun bukan PHK atau karena perusahaan tersebut ditutup.
Meskipun begitu, hingga kini masih belum ada definisi baku tentang kriteria job hopping. Akan tetapi, biasanya orang-orang mengelompokan seseorang menjadi job hopper ketika pindah kerja dalam waktu kurang dari satu atau dua tahun berkali-kali atas keinginan sendiri.
Baca Juga: Empat Tips Berlibur ke Pantai Sendirian Dengan Aman dan Nyaman
Istilah pindah-pindah kerja ini pun sangat lekat dengan generasi milenial. Tentunya bukan tanpa alasan, beberapa survei membuktikan generasi yang akhir tahun 1980 sampai 1990 itu lebih sering pindah kerja ketimbang generasi lainnya.
Alasan Job Hopping
Tidak hanya itu, survei yang dilakukan Deloitte pada 10.000 milenial membuktikan, 43 persen milenial punya rencana pindah kerja dalam kurun waktu dua tahun. Sedangkan, cuma 28 persen yang bertahan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini.
Akan tetapi, sebenarnya apa alasan yang melatarbelakangi mereka untuk selalu pindah kerja dalam waktu yang cepat.
Berikut alasannya:
– Mencari Peluang Belajar dan Berkembang
– Punya misi dan tujuan tertentu
– Manajemen perusahaan yang tidak memuaskan
– Keinginan naik gaji
Baca Juga: Tips Mencuci Muka agar Bersih Terhindar dari Jerawat













