blank
Kapolres Magelang memberikan keterangan pers, pagi ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Acara shalawatan di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, mengalami musibah. Pengunjung yang membawa bendera umbul-umbul, tiangnya menyentuh kabel listrik mengakibatkan enam orang tersengat.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun dalam keterangan persnya pagi ini, Senin (8 Agustus 2022), menerangkan bahwa peristiwanya terjadi Minggu (7 Agustus 2022) pukul 21.00. Acaranya pengajian 10 Muharam di sebuah pesantren. Korban  meninggal adalah MSY (20) warga Tonoboyo, Bandongan, Magelang meninggal di RSU Tidar. Selain itu AC (21) juga warga Tonoboyo, Bandongan, meninggal di Puskesmas Kajoran.

Petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menemukan potongan tiang terbuat dari fiber sepanjang satu meter terdapat bekas terbakar. Panjang awal tiang itu sekitar 10 meter. Jarak antara tanah dan kabel PLN (terbuka) sejauh 10 meter.

Kronologi kejadiannya, Imas (25) warga Giriwarno, Kaliangkrik, Magelang, duduk bersama suaminya, Rizik, mengikuti acara pengajian. Di depan dia ada seseorang mengibaskan bendera. Tiba-tiba di tiang benderanya ada kilatan cahaya ketika terkena kabel listrik.

Akibatnya beberapa orang terluka. “Saya duduk di dekat dagangan saya, tiba- tiba tidak sadarkan diri. Sadar pada saat berada di ambulans perjalanan ke Rumah Sakit Tidar,” tutur Wahyudi (48) warga Nambangan, Rejowinangun Utara, Magelang Tengah, Kota Magelang, yang berdagang dalam acara itu.

Analisa petugas identifikasi Polres Magelang, cuaca pada saat kejadian berkabut. Mengakibatkan tiang fiber sepanjang 10 meter yang digunakan untuk bendera umbul-umbul tersebut basah. Saat terkena kabel terbuka listrik PLN menjadi penghantar listrik.

Dari tiga bendera yang diamankan polisi, sebuah bendera yang dibawa warga Purworejo terdapat bekas terbakar di beberapa tempat.
Sedangkan bendera yang lain tidak terbakar.

Malam itu korban meninggal langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan korban luka mendapat perawatan medis.

Eko Priyono