blank
Di sela upacara bendera pada Senin (8/8/2022) pagi, SD Negeri 1 Gidangelo, Kecamatan Welahan, menggelar acara pemberian santunan kepada siswa yatim/piatu.

JEPARA(SUARABARU.ID)-Di sela upacara bendera pada Senin (8/8/2022) pagi, SD Negeri 1 Gidangelo, Kecamatan Welahan, menggelar acara pemberian santunan kepada siswa yatim/piatu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka 10 Muharam 1444 Hijriah.

Kepala Sekolah Wiwin Patma Dewi mengatakan, santunan ini merupakan kegiatan tahunan di SD-nya. Dana santunan dikumpulkan dari para guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

blank
Guru dan siswa SDN 1 Gidangelo

“Di SD kami, terdapat dua belas siswa yang berstatus yatim/piatu,” kata Wiwin Patma Dewi yang pada kesempatan itu juga menyampaikan tali asih kepada Qothrun Nada Aisha dan Krisna Kafka Adfani, dua siswa yang membanggakan sekolah lewat olahraga sepak takraw. Mereka berhasil mendapat juara 3 dalam Kejurnas Piala Bupati Jepara.

Pembina upacara Wahyu Mardani dalam amanatnya menyampaikan, keutamaan pada bulan Muharam salah satunya adalah menyantuni anak yatim/piatu. Muharam adalah bulan pertama pada penanggalan Hijriah, salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan Muharram disebut juga sebagai bulan mulia (asyhurul hurum), bulan yang memiliki keistimewaan karena bulan ini mengharamkan orang-orang berbuat dosa.

Di antara keutamaan-keutamaan bulan suci adalah segala amal saleh yang dilakukan di dalamnya, diganjar lebih dibandingkan dengan amalan yang dilakukan di bulan yang lain. Lebih lagi ketika amal saleh dilakukan di hari Asyura, tanggal kesepuluh pada bulan Muharam.

Salah satu dalil sahih tentang anjuran menyantuni anak yatim adalah dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu. dia berkata: Rasulillah saw. bersabda, “ Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” Kemudian beliau shallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR Bukhari). Selain itu pada Surat Al-baqarah ayat 220 yang artinya: ”Mereka bertanya padamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

“Atas dasar tersebut, para guru dan tenaga kependidikan, mengumpulkan sebagian rejekinya untuk disumbangkan kepada siswa yatim/piatu di SD Negeri 1 Gidangelo,” katanya.

Hadepe – Aksl