blank
Seorang kader GP Ansor Kecamatan Gebog mencoba kacamata VR. Foto:gpansor

KUDUS (SUARABARU.ID) – Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog melakukan lompatan inovasi dengan mengenal dan mengkaji teknologi metaverse.

Kajian strategis dengan tema Akselerasi Ansor Gebog menyambut era super smart society 5.0 dilaksanakan setelah pengukuhan Pengurus Departemen, Satkoryon Banser, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di MWC NU Kecamatan Gebog, Sabtu (2/7).

Tema tersebut dipilih untuk merespon kecepatan kemajuan informasi dan teknologi secara global. Apalagi, Pimpinan Pusat GP Ansor juga sudah melaunching kantor virtual bernama Ansorverse saat Harlah ke- 88 GP Ansor, beberapa waktu lalu.

Pimpinan Pusat GP Ansor telah melaunching metaverse milik Ansor sendiri bernama Ansorverse

Ketua GP Ansor Kudus Dasa Susila yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kajian atas teknologi metaverse merupakan bukti kader Ansor Gebog dalam menyambut era 5.0.

Menurutnya, perubahan zaman yang sedemikian cepat harus direspon dengan peningkatan kemampuan kader terutama dalam bidang teknologi.

“Seluruh kader GP Ansor harus siap untuk menyambut perkembangan teknologi yang begitu cepat ini,”kata Dasa.

Mansur Hidayat Dosen KPI IAIN Kudus, menjelaskan bahwa era 4.0 akan memasuki era yang baru lagi yakni era society 5.0. Semua sendi kehidupan akan berubah, dunia kerja, pendidikan, pelayanan publik akan bisa dilakukan secara virtual.

Dalam kegiatan tersebut, Mansur menunjukkan video yang memperlihatkan bagaimana bentuk metaverse masa depan yang telah digarap sejumlah perusahaan besar dunia.

“Sebagai kader muda kita harus siap menghadapi perubahan tersebut, bukan tidak mungkin kita bisa saling berkoordinasi tidak perlu harus datang ke tempat lokasi namun bisa kita lakukan di rumah masing-masing dengan sebuah sistem metaverse.,”tandasnya

Menurut Mansur, dengan menggunakan teknologi metaverse, semuanya bisa dilakukan secara tanpa batas. Bahkan, proses pengkaderan bisa dilakukan tanpa ada pertemuan fisik secara langsung.

“Hanya kontak fisik saja yang tidak bisa, karena semianya bisa dilakukan dengan teknologi metaverse. Namun tentunya sarana prasarana penunjang juga harus disiapkan,”tambahnya.

Di akhir sesi para peserta yang merupakan pengurus PAC GP Ansor kecamatan Gebog berkesempatan mencoba simulasi melihat metaverse menggunakan kacamata Virtual Reality (VR).

Arik Efendi kader Kedungsari terlihat ekspresif dan sangat menikmatinya. Itu adalah pengalaman pertama baginya.

“Rasanya seperti dunia nyata,”kata Arik saat dimintai tanggapan atas pengalamannya menggunakan kacamatan VR.

Naislah Shofa ketua Ansor kecamatan Gebog dalam sambutannya menyampaikan kader Ansor siap menyambut perubahan termasuk dalam teknologi kita semua harus peka dan jihad bersama.

Ali Bustomi