Sesi foto bersama pengunjung MPP dengan  pendamping sosialisasi NIB. Foto: MPP Blora

Dalam menentukan bentuk kegiatan PKU, lanjut Asep Hoerudin, PNM melakukan pendalaman terhadap kendala dan peluang usaha para nasabah. Sehingga program PKU dapat tepat sasaran dan berdampak.

“Pendampingan dan pembinaan diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Semua ini sebagai upaya mendorong pelaku usaha ultra mikro menjadi lebih besar,” tegas Kepala Regional Pati 2.

Asep Hoerudin menambahkan, PNM memiliki dua produk unggulan. Pertama Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM.

Kedua, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, imbuhnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Pati, Ade Cresna Setyawan mengaku, hingga 31 Mei 2022 ini, PNM sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 123,39 Triliun kepada 11,88 juta Nasabah PNM Mekar. Saat ini, PNM juga memiliki 3.364 kantor layanan PNM Mekar.

“Selain itu, ada 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan,” ucap Cresna Setyawan.

Untuk diketahui, Sosialisasi Manfaat NIB ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama dilaksanakan pagi hari. Diisi dua pembicara. Yakni Bondan Arsiyanti selaku Kepala DPMPTSP dan Wahyu Mardi Utomo selaku koordinator PTSP.

Sesi kedua dilakukan pada siang hari dengan dua pembicara pula. Yakni Dwi Kurniawati selaku Subkor perijinan dan Pipit Sam Gautama selaku pelaku UMKM.

Kegiatan pertama kali di Kabupaten Blora ini dihadiri langsung oleh Kepala Regional Mekar Pati 2, Muhamad Asep Hoerudin, Pemimpin Cabang PNM Pati, Ade Cresna Setyawan, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Blora Bondan Arsiyanti dan Koordinator PTSP Wahyu Mardi Utomo. Hadir pula Dwi Kurniawati (Subkor Perijinan) dan Pipit Sam Gautama (Pelaku UMKM dan nara sumber.

Kudnadi Saputro