blank
Para Mahasiswa dari DKV ISI Surakarta, melakukan aksi unik dalam memperingati Harlah Pancasila 1 Juni 2022. Mereka menggambar secara on the spot dan memajang karya doodle art di Ngarsopura, Kota Solo.(Dok.ISI Surakarta)

SOLO (SUARABARU.ID) – Para Mahasiswa dari Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (1/6), menggelar aksi unik untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2022.

Mereka memajang puluhan karya doodle art bertema Pancasila dan melakukan demo menggambar secara on the spot di lokasi shelter Ngarsopuro, Kota Solo.

Dosen ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, selaku co founder Komunikotavisual, menjelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu media alternatif yang dilakukan di ruang terbuka. Sekaligus menjadi ruang apresiasi masyarakat terhadap karya seni rupa dan desain.

Aksi ini, tambah Basnendar, sebagai media alternatif dalam rangka memperingati Harlah Pancasila Tanggal 1 Juni. Dilakukan para Mahasiswa yang tergabung dalam HIMA Prodi DKV FSRD ISI Surakarta.

Melalui karya seni menggambar dengan media kertas HVS ukuran A4 Kuarto, para mahasiswa menuangkan kreativitasnya melalui doodle art. Yakni dengan mengambil beragam tema yang ada kaitannya dengan Pancasila. Baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun sebagai karya penyemangat bagi bangsa Indonesia, untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila.

Karya gambar mereka ada yang menyangkut Bhinneka Tunggal Ika, Garuda Pancasila, beragam peristiwa kebudayaan Nusantara, dan lain-lain. Hasil goresan doodle art karya mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta ini, dipajang di shelter pedestrian Ngarsopuro, tepi ruas Jalan Slamet Riyadi yang menjadi ruas jalan protokol Kota Solo.

Event ini, diinisiasi Prodi DKV FSRD ISI Surakarta bersama Komunikotavisual (Lembaga independen yang fokus mengedukasi masyarakat melalui bidang seni rupa dan desain).

Ketua HIMADKVISKA Emanuella Widiya Pangestika, menjelaskan, Doodle Art adalah suatu gaya menggambar dengan cara mencoret, terlihat abstract, ada yang tidak bermakna, juga ada yang bermakna, terkadang karya yang dihasilkan tidak memiliki bentuk yang benar, namun terlihat unik dan menarik.

Bambang Pur