blank
Tim Catur Indonesia yang turun di SEA Games 2021 di Vietnam disambut pengurus PB Percasi setelah pulang dari mengikuti SEA Games 2021 di Vietnam.

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Hasil 3 keping emas, 4 perak, dan 4 perunggu dari cabang olahraga catur di SEA Games Vietnam dihasilkan melalui perjuangan yang sangat berat.

Itu dikemukakan oleh Sekjen PB Percasi, Hendri Hendratno. Menurutnya, tim catur tuan rumah Vietnam telah mempelajari peta kekuatan dua negara yang akan menjadi kompetitor terberatnya yakni Indonesia dan Filipina.

”Sehingga nomor pertandingan yang digelar pun semua nomor andalan mereka. Dari 10 nomor yang di pertandingkan 7 nomor dikuasai oleh tuan rumah. Sedangkan pecatur kita berada di peringkat kedua dengan 3 emas. Sedangkan Filipina pulang tanpa membawa emas,” papar Hendri.

Menurutnya, peta kekuatan catur saat ini di kawasan Asia Tenggara untuk sektor putri adalah, Vietnam, Indonesia, Filipina. Sedangkan di sektor putra, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

”Jadi kami bersyukur dapat mengimbangi tim tuan rumah dan pulang membawa tiga emas,” tandasnya.

Secara khusus, Hendri juga memuji penampilan para pecatur muda dari sektor putri yang dengan gemilang mampu mematahkan dominasi tuan rumah.

”Ya, karena kekuatan tim catur putra sudah mereka pelajari dengan detil. Sehingga, sulit bagi GM Susanto Megaranto dan kawan-kawan untuk mencuri kemenangan dari mereka,” paparnya.

Di sektor putri, pecatur Ummi Fisabililah menjadi pecatur Indonesia paling sukses pada SEA Games kali inj. Ia menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang meraih dua medali emas.

Duet Ummi dan Chelsie menyumbangkan emas di catur kilat putri dan juga meraih medali emas di nomor beregu putri catur cepat bersama IM Medina Warda Aulia.

Muhaimin