Bupati Kudus HM Hartopo saat menerima cinderamata kaligrafi karya siswa SMP 2 Gebog. Foto:diskominfo

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan kekagumannya terhadap indahnya kaligrafi karya siswa siswi SMP 2 Gebog. Bupati menyebut potensi luar biasa para siswa ini bisa menjadi jalan menjadi seniman kaligrafi besar di masa depan.

Ungkapan kekaguman bupati tersebut disampaikan saat menyaksikan langsung karya-karya siswa dalam pameran karya seni kaligrafi siswa siswi SMP 2 Gebog, Kamis (19/5).

“Saya sangat kagum. Hampir tak percaya siswa SMP bisa membuat kaligrafi sebagus ini. Ini bukti karya anak bangsa,” ucapnya bupati.

Hartopo memuji terobosan sekolah yang memberi bekal siswa kelas sembilan lain daripada yang lain. Apalagi menghasilkan karya yang layak untuk dipamerkan. Jika ditekuni, seni kaligrafi bisa menjadi ladang bisnis sekaligus mengasah jiwa seni anak-anak.

“Inovasi SMP 2 Gebog luar biasa. Bisa jadi bekal siswa sehingga punya bisa berkarya dan menghasilkan,” bebernya.

Program SMP 2 Gebog menjadikan seni kaligrafi sebagai tugas akhir bisa jadi inspirasi sekolah lain dengan karya berbeda. Bisa dengan memberi bekal desaun grafis, fashion, atau tata boga. Sehingga meningkatkan soft skill siswa.

“Pilot project SMP 2 Gebog bisa menginspirasi sekolah lain. Program serupa bisa dilaksanakan seperti dijari memasak, mendesain, dan sebagainya,” lanjutnya.

Selain terpukau dengan kaligrafi karya siswa, Bupati juga dibuat terpukau dengan keberanian siswa merespon tantangannya. Ditanya seputar antisipasi penularan Covid-19, beberapa siswa bergantian mencoba menjawab dengan tepat. Alhasil, siswa yang antusias merespon diberi uang pulsa oleh Hartopo.

“Kendel-kendel kabeh murid SMP 2 Gebog (berani semua murid SMP 2 Gebog). Ini untuk membeli uang pulsa,” ucapnya sambil memberi uang seratus ribuan ke masing-masing anak. Aksi tersebut disambut sorakan dan tepuk tangan siswa yang hadir.

Karya kaligrafi para siswa SMP 2 Gebog yang dipamerkan. Foto:Ali Bustomi

Sementara itu, Kepala SMP 2 Gebog Mukhif Noor menjelaskan seni kaligrafi memang menjadi tugas akhir siswa kelas sembilan. Harapannya dapat memantik keterampilan siswa yang bisa dijadikan profesi di masa depan. Selain itu, Mukhif menjelaskan pameran akan berlangsung dari 19 sampai dengan 21 Mei mendatang.

“Kami memprogramkan seni kaligrafi agar bisa menjadi alternatif profesi siswa nanti,” paparnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 9C SMP 2 Gebog Naila Kirania mengaku senang dengan adanya tugas akhir seni kaligrafi. Pasalnya, bisa memberikan wawasan baru baginya yang sejak dulu penyuka sastra.

“Saya memang menyukai sastra seperti membuat puisi. Tapi sekarang jadi punya kesenangan baru, membuat kaligrafi,” ucapnya.

Naila makin bersemangat karena salah satu karyanya dipamerkan di depan Bupati Kudus. Dirinya tak menyangka, tugas akhir bisa jadi karya dengan nilai estetika tinggi. Naila juga salah satu siswa yang mendapatkan uang pulsa dari bupati.

“Alhamdulillah, karya saya diikutkan pameran di depan Pak Bupati dan mendapat hadiah juga. Seneng e pol,” tutupnya.

Tm-Ab