Kepala Kemenag Kebumen Ibnu Asaddudin didampingi Kepala BHRD Salim Wazdy melihat teropong di Pos Observasi Bulan Pedalen, Kecamatan Ayah.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen Minggu (1/5) melaksanakan rukyatul hilal atau melakukan pengamatan apakah hilal sudah terlihat atau terdeteksi di Pantai Pedalen, Desa Argopeni, Kecamatan Ayah.

Namun sayang cuaca di daerah Kebumen Minggu sore kurang bersahabat. Bahkan hujan di Kota Kebumen dan di kawasan Pantai Pedalen Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, juga gerimis sehingga kecil kemungkinan terlihat.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen Selaku Ketua BHRD Kebumen Salim Wazdy SAg MPd, Minggu (1/5) petang.

Acara dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen Ibnu Asadddudin bersama jajaran pengurus Tim Ahli BHRD Kebumen, tokoh ulama dan Pemkab Kebumen.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kebumen selaku Kepala BHRD Salim Wazdy melakukan Rukyatul Hilal di Pos Observasi Bulan Pantai Pedalen Ayah.(Foto:SB/Ist)

Rukyatul Hilal adalah kegiatan mengamati apakah hilal sudah terdeteksi atau belum, guna menentukan awal bulan kalender Hijriyyah. Khususnya untuk menentukan awal Ramadan, hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

BHRD Kebumen bersama Kementerian Agama Kantor Kabupaten Kebumen dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menyepakati untuk menggelar rukyatul hilal guna menentukan Idul Fitri 1443 H pada Ahad 1 Mei 2021.

Lokasi rukyatul hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Kabupaten Kebumen, di kawasan kompleks TPI Pedalen, Pantai Pedalen, Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kebumen (posisi 7 43’ 54” LS 109 23’ 27” BT).

Pos Observasi Bulan Pedalen merupakan satu di antara lebih dari 100 pos rukyatul hilal tingkat nasional yang terdaftar di Kementerian Agama RI. Menjadi satu di antara dua pos rukyat hilal di Jawa Tengah bagian selatan (POB Bela Belu Yogyakarta).

Sesuai Kaidah Syar’i

Menurut Salim Wasdy, sesuai dengan Keputusan Menteri Agama tentang penetapan awal Ramadan 1443 H, dimana 1 Ramadan bertepatan dengan Ahad 3 April 2022 maka tanggal 29 Ramadhan 1443 H bertepatan dengan hari Ahad 1 Mei 2022.

Maka rukyatul hilal secara nasional akan diselenggarakan pada hari dan tanggal tersebut sesuai dengan kaidah syar’i. Konjungsi geosentris Bulan dan Matahari (ijtima’), yakni segarisnya Bulan dan Matahari dalam satu garis bujur ekliptika yang sama, juga akan terjadi pada hari Ahad 1 Mei 2022 pada pukul 03:28 WIB.

Tim Ahli BHRD Kebumen menyatakan, perhitungan menunjukkan Matahari terbenam (ghurub) di lokasi Pos Observasi Bulan Pedalen pada pukul 17:35 WIB. Pada saat itu umur Bulan adalah 14,11 jam menurut data hisab haqiqy bittahqiq (hisab kontemporer). Sementara ketinggian nampak (mar’i) Bulan adalah +4 55’, terhitung dari ufuk mar’i (puncak cakram Matahari) ke pusat cakram Bulan.

Posisi Bulan ada di sebelah utara Matahari yakni pada azimuth 287 37’. Sementara Matahari di azimuth 285 10’ sehingga selisih azimuthnya adalah +2 26’. Bulan diperhitungkan terbenam pada +23 menit pasca ghurub, yakni pada pukul 17:58 WIB. Fase Bulan pada saat itu adalah 0,34 % dengan jarak busur Bulan – Matahari (elongasi) adalah 6 41’.

Secara nasional, di seluruh Indonesia pada saat ghurub Ahad 1 Mei 2022, tinggi mar’i Bulan bernilai dari yang terkecil +4 05’ (di Merauke, propinsi Papua) hingga yang terbesar +5 51’ (di Lhoknga, propinsi Aceh). Demikian halnya elongasi Bulan bervariasi dari yang terkecil +5 43’ (di Merauke, propinsi Papua) hingga +7 14’ (di Lhoknga, propinsi Aceh).

Berdasarkan kombinasi kedua parameter pada data hisab tersebut, terlihat bahwa bagian barat Indonesia (yakni pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan) memiliki peluang yang baik. Dan lokasi Pos Observasi Bulan Pedalen Kebumen merupakan salah satu titik dengan peluang bagus untuk merukyat hilaal awal Syawal 1443 H kali ini.

Rukyatul hilal penentuan Syawal 1443 H oleh Badan Hisab dan Rukyat Daerah Kebumen diselenggarakan dengan menggunakan bantuan alat optik (menggunakan teleskop refrafktor semi semi – otomatis) maupun tidak (menggunakan mata bugil). Tujuannya adalah mendapatkan sebesar–besarnya kemungkinan memperoleh data dengan menggunakan tipe rukyat yang memungkinkan.

Data hasil rukyat, baik terlihat maupun tidaknya hilal di lokasi Pos Observasi Bulan Pedalen, selanjutnya akan dikirim ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk menjadi bahan dalam sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1443 H yang diselenggarakan pada Ahad senja 1 Mei 2022. Hasil sidang ini yang kemudian menjadi dasar keputusan Menteri Agama menetapkan 1 Syawal 1443 H.

Komper Wardopo