blank
Umat dari GKJ Wonogiri, menggelar ritual jalan salib di Gunung Giri. Disajikan dalam drama liturgi melalui 13 stasi jalan sengsara Yesus.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bila tidak ada pandemi Covid-19, ritual jalan salib biasa digelar oleh umat Kristiani di Kabupaten Wonogiri. Sebab, itu telah masuk dalam 6 agenda tradisi Paskah di Tanah Air.

Enam tradisi Paskah di Indonesia, terdiri atas Kure di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ziarah Kapel Tuan Ma dan Samana Santa (Pekan Suci) di Larantuka Flores, Buha-Buha Ijak di Sumatera Utara, Momento Mori di Kalamantan Tengah (Kalteng), dan Jalan Salib di Wonogiri Jateng.

Ritual Jalan Salib ditradisikan berlangsung bertepatan pada Jumat Agung. Yakni hari peringatan penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota.

Sebelum ada wabah virus corona, peringatan Jumat Agung di Wonogiri ditandai dengan menggelar ritual penyaliban Yesus yang dikemas dalam 13 stasi jalan sengsara Sang Penebus Dosa.

Disajikan dalam serangkaian gerak teatrikal drama liturgi di dua gunung. Yakni di Gunung Giri yang dilakukan oleh umat dari Gereja Kristen Jawa (GKJ), dan di Gunung Gandul oleh umat Katolik. Ritual yang digelar di dua gunung secara tahunan ini, berlangsung meriah dengan dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan orang.

Makhota Berduri

Diawali jalan kaki dari lereng bawah. Pemeran Yesus berjalan menanjak sambil memanggul kayu salib. Di kepalanya terpasang Makhota Berduri. Serangkaian adegan teatrikal drama liturgi yang disajikan ini, untuk mevisualisasikan jalan sengsara Yesus.

blank
Sebagai puncaknya, Yesus yang telah wafat ditusuk tombak, kemudian disalibkan pada tiang kayu palang. Jalan salib ini telah ditradisikan dalam rangkaian peringatan Paskah di Wonogiri.

Itu berlangsung sejak dari awal penangkapan, dan sepanjang jalan dilakukan penyiksaan oleh bala prajurit bersenjatakan pecut cemeti, pedang dan tombak.

Tiba di puncak gunung, ditusuk tombak dan wafat, sebelum kemudian disalib pada tiang kayu palang. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhthani?”

Sajian serangkaian visualisasi jalan sengsara Sang Penebus Dosa itu, dibarengi dengan penyampaian narasi yang membuat orang menjadi trenyuh (terharu) oleh penderitaannya.

Tapi, karena Covid-19, ritual yang telah ditradisikan tahunan itu tidak dilangsungkan lagi, terhitung sejak Tahun 2020 lalu. Suwarno dan Emanuel Triatmadja dari GKJ Wonogiri, menyatakan, kegiatan Paskah Tahun 2022 difokuskan di Gereja dengan menataati protokol kesehatan (Prokes) pencegahan wabah virus corona.

Polres Wonogiri pimpinan Kapolres AKBP Dydit Dwi Susanto, memimpin langsung pengamanan jalannya serangkaian ibadah Pekan Paskah. Yang itu dimulai dari Minggu Palma, Rabu Abu Kamis Putih, Jumat Agung (15/4), yang dilanjut dengan Sabtu Sunyi besok (16/4) dan perayaan Minggu Paskah (17/4) lusa.

Bambang Pur