blank
Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang pada acara 'Ngopi Bareng Pak Wali' di Kampung Gumuk Sepiring, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Pemkot Magelang berencana memperbaiki pemukiman warga  Kampung Gumuk Sepiring, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan agar layak huni. Termasuk memperbaiki  akses jalan ke kampung berpenghuni 20 kepala keluarga (KK) itu.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Azis mengemukakan itu pada acara ‘Ngopi Bareng Pak Wali’ di Kampung tersebut, kemarin.

Acara itu dihadiri Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, Komandan Kodim 0705 Magelang, Letkol Arm Rohmadi, Wakil Wali Kota M Mansyur, Pemimpin Bidang Pemasaran Bank Jateng Cabang Magelang, Dri Sasongko Widiantoro dan sejumlah pejabat Pemkot Magelang.

‘’Sebetulnya perumahan sudah nyaman ya, nanti kita bangun lebih baik. Pembangunan akan dibantu oleh TNI,’’ kata Azis.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menerangkan,  anggaran renovasi sebesar Rp 35 juta per rumah berasal dari program CSR Bank Jateng. Sedang pembangunan akses jalan dianggarkan tahun 2023.

‘’Anggaran Pemkot Magelang masih cukup, kalau kita betul-betul menganggarkannya. Kami ingin warga di sini nyaman, menikmati fasilitas yang ada, seperti kesehatan gratis dan sebagainya,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang, Bowo Adrianto menjelaskan, pemukiman warga Kampung Gumuk Sepiring bermula ketika Pemkot Magelang hendak membangun Pasar Induk di lahan bengkok di kawasan Canguk pada 2017 silam.

Saat itu Pemkot Magelang membutuhkan lahan untuk merelokasi 44 KK yang sebelumnya tinggal lahan bengkok tersebut. Dalam perjalanan, 17 KK di antaranya memilih mengontrak rumah di sekitar Kelurahan Rejowinangun dan 4 KK tinggal di rumah susun (rusun) Tidar.

’’Sedangkan 20 KK patungan membeli tanah di Kampung Gumuk Sepiring ini. Luasnya 2 hektar dibagi 20 KK, ketika itu harganya Rp 180 juta,’’ tutur Bowo.

Untuk memperbaiki pemukiman dan membuka akses jalan ke kampung ini memang tidak mudah. Untuk mencapai kampung Gumuk Sepiring harus melewati jalan setapak sempit, yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Permukiman di kelilingi persawahan dan sungai kecil.

‘’Kendalanya memang pada cara membawa meterial menuju kampung. Jadi nanti kita pakai cara sling,’’ tambah Bowo.

Dia menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki permukiman ini berkisar Rp 700 juta – Rp 800 juta, termasuk biaya membuka akses jalan dan membuat jembatan di atas Sungai Kedali.

‘’Untuk akses jalan kita akan manfaatkan lahan-lahan bengkok yang tersedia di sekitar kampung ini,’’ ucapnya.

Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur mengatakan, jika dana pembangunan turun, nanti jalan akan tambah bagus dan warga tambah sehat.

‘’Ini patut disyukuri ada jalan permanen. Warga nyawiji dengan Pemkot Magelang. Bareng-bareng membangun,’’ terangnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn, mengusulkan jika kampung Gumuk Sepiring sudah dibangun, bisa dibuat menjadi kampung Wisata sehingga lebih menarik.

Kampung ini juga memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian dan lainnya yang bisa menjadi sumber mata pencaharian warga.

‘’Dibuat tempat ini menjadi sesuatu yang menarik. Kalau lahan sudah tersedia, warga tidak harus ke mana-mana cari kerja. Pemkot bisa mendampingi misalnya di bidang pertanian, pemikiran warga bisa terbuka, aktivitas apa yang bisa dikembangkan. Apalagi ada program Rodanya Mas Bagia,’’ paparnya.

Komandan Kodim 0705 Magelang, Letkol Arm Rohmadi juga memberikan motivasi agar tumbuh semangat gotong royong warga dan pemerintah daerah serta stakeholder di Kota Magelang.

‘’Kita keroyok bareng membangun kampung ini, tingkatkan lagi semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa yang tidak boleh hilang. Kalau kita sendiri-sendiri membangun ini tidak bisa. Walaupun droping meterial sulit, pasti kita bisa,’’ tegas Rohmadi.

 

Penulis : Prokompim/Pemkotmgl

Editor   : Doddy Ardjono