Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo mewakili Bupati Kebumen didampingi Vice President Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat menanam pohon penghijauan di depan Stasiun KA Kebumen. Selasa 1/2.(Foto:SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto turut menyukseskan program BUMN Hijaukan Indonesia dengan menanam pohon Tabebuya dan Ketapang Kencana di Stasiun Kebumen, Selasa (1/2).

Penanaman penghijauan sekaligus juga dilakukan di beberapa stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto. Aksi penghijauan ruang publik yang dipusatkan di Stasiun Kebumen ini dilaksanakan oleh Vice President Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat beserta jajaran serta Bupati Kebumen  diwakili Asisten  Perekonomian dan Pembangunan Nugroho Tri Waluyo.

Acara dihadiri pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen Joni Hernamawan serta Kepala Dinas Perumahan dan  Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kebumen Slamet Mustolchah. Pemkab Kebumen juga menyumbang 35 bibit penghijauan.

Adapun total pohon yang ditanam sebanyak 100 pohon dengan alokasi untuk masing-masing stasiun sejumlah 25 pohon untuk Stasiun Kebumen, Kutoarjo, Slawi dan Prupuk. Program ini ditujukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan dapat menangkal polusi udara.

Setelah launching oleh Direktur Utama PT KAI pada Selasa (7/12) lalu, Gerakan BUMN Hijaukan Indonesia ini terus disosialisasikan pada seluruh insan KAI agar tidak berhenti sebagai satu simbol tetapi sekaligus membangun kesadaran mengenai lingkungan.

Menghijaukan Lingkugan Kerja

Hal ini juga seiring Program Direktorat Operasi KAI dengan “Green Operation” yaitu menghijaukan lingkungan kerja dengan adanya tanaman-tanaman bunga serta lingkungan stasiun dengan penanaman pohon.

Program penghijauan di Daop 5 Purwokerto sendiri sebagai program awal telah dilakukan dengan menanam sebanyak 50 pohon di Stasiun Purwokerto dengan jenis Pohon Tabebuya dan Ketapang Kencana.

Selanjutnya sebanyak 30 pohon jenis Trembesi telah di tanam oleh Direktur Operasi KAI di sejumlah stasiun di wilayah Daop 5. Ke depannya Daop 5 Purwokerto akan terus melakukan penghijauan di seluruh stasiun agar kualitas udara akan semakin baik.

Langkah penghijauan di stasiun juga dilakukan dengan pembuatan taman-taman di area stasiun yang merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kepada para pelanggan. Dengan semakin banyak stasiun yang indah maka pelanggan akan merasa nyaman saat akan menggunakan layanan kereta api. Lingkungan yang asri juga akan menyejukkan dan indah dari sudut estetika.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat didampingi Asisten II Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo menanam pohon penghijauan di depan Stasiun KA Kebumen.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Menurut Daniel Johannes Hutabarat, PT KAI Peduli  Lingkungan Hidup ini sebagai tindak lanjut amanah Menteri BUMN melalui BUMN Hijaukan Indonesia. Harapannya melalui penanaman bisa  mengghijaukan wilayah-wilayah stasiun sekitarnya supaya ke depan lingkungan PT KAI dan stasiun lebih hijau dan sehat.

Dia tambahkan, saat ini kegiatan penanaman  berbarengan dengan penanaman di Stasiun Kebumen, Kutoarjo, Slawi dan sebelumnya telah dilakukan penanaman di Stasiun Purwokerto, Stasiun Notog dan Tegal. Saat ini pihaknya menanam Tabepuya, Ketapang dan buah-buahan.

Pihaknya juga akan melibatkan CSR menyumbangakan tanaman kepada daerah yang memerlukan penghijauan. Secara serentak telah menanam 100 pohon dan sebelumnya 50 pohon. Dari Pemkab Kebumen membantu  35 pohon akan disebar ke wilayah stasiun Kebumen.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, KAI selalu melakukan langkah-langkah inovasi terobosan, baik yang langsung berpengaruh pada kinerja perusahaan maupun secara tidak langsung,”imbuh Daniel.

Disamping itu, KAI Daop 5 Purwokerto juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen yang telah membantu memberikan 35 pohon jenis Ketapang Kencana, Glodogan Pecut, Tabebuya dan Beringin.

“Hal ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan mendukung agar sekitar Stasiun Kebumen dan sekitarya menghijau,” imbuh Daniel.

Mengurangi Pemanasan Global

Daniel mengatakan, dukungan KAI pada program BUMN Hijaukan Indonesia ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo pada konferensi G20 di mana Indonesia berkontribusi dalam menangani perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

“Gerakan KAI dalam BUMN Hijaukan Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya mengurangi pemanasan global sekaligus membantu pencapaian target emisi 0 pemerintah pada tahun 2060,” tutup Daniel.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto bersama Asisten II Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo,,Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen Joni Hernawan serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kebumen Slamet Mustolchah berfoto bersama usai penanaman pohon penghijauan di Stasiun KA Kebumen.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Asisten II Sekda Kebumen Nugroho Triwaluyo menyatakan, Bupati Arif Sugiyanto mengapresiasi serta mendukung kegiatan BUMN Menghijaukan Indonesia. Bahkan Bupati juga memiliki Program Prioritas “Nandur Wit Nggo Anak Putu”.

Menurut Nugroho, salah satu program unggulan Bupati Kebumen telah berjalan dengan penanaman penghijauan di tempat wisata, di 26 kecamatan dan perkantoran.Termasuk  bagi setiap pasangan pengantin baru yang menikah juga diwajibkan menanam pohon.

“Saya berharap di Stasiun Kebumen dan stasiun lain di wilayah Kebumen semakin indah, semakin sejuk  dan ke depan Stasiun Kebumen menjadi salah satu ikon. Harapan pak Bupati Kebumen kepada KAI agar KA Esekutif dan KA Bandara bisa melayani sampai ke Kebumen. Intinya Bupati sangat mengapresiasi kegiatan PT KAI ikut menghijukan Kebumen.”

Manager Humas Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi berterima kasih atas terlaksananya kegiatan PT KAI  Menanam di Stasiun Kebumen serta bantuan pohon dari  Pemkab Kebumen. Pihaknya berharap penanaman penghijauan berdampak positif bagi kesehatan dan lingkungan.

Komper Wardopo