blank
Tidak bisa dibedakan mana jalan mana sungai. Pemandangan ini tampak di Jalan Gajahbirowo Tlogosari Kulon. Foto: wied

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Semarang banjir, sudah menjadi jargon lama. Tetapi, meski sebagai lagu enak didengar, banjir Semarang seperti yang didendangkan oleh Waldjinah dalam lagu “Jangkrik Genggong”, tetapi menyesakkan dada warga kotanya.

Hujan semalam menjelang pergantian tahun, menyisakan keprihatinan dari pagi hingga siang ini, bahkan tampaknya sampai besok. Banjir Semarang tidak makin surut, tetapi justru makin meninggi saat hujan tidak turun.

Itulah yang dirasakan warga Perumnas Tlogosari dan sekitarnya. “Pukul 03.00 air belum masuk rumah. Tah-tahu bangun tidur sekitar pukul 05.00, air sudah menggenangi lantai,” kata Sabar, warga Jalan Seruni Perumnas Tlogosari Kulon.

Dan, inilah foto-foto banjir Semarang itu:

blank
Sebuah pemandangan di Jalan Satrio Mana IV dan Jalan Truntum IX. Foto: wied
blank
Seorang pengendara motor melintas di Jalan Satrio Wibowo I. Foto: wied

Baca juga Banjir di Tahun Baru Kota Semarang, Tlogosari Terendam

blank
Di mana pun, anak-anak tetap gembira. Dalam suasana banjir, justru kesempatan mencari ikan. Suasana di Jalan Kembang Jeruk. Foto: wied
blank
Jalan Seruni Raya tergenang sampai saluran Jalan Gajah Birowo. Foto: wied
blank
Pemandangan di kawasan Jalan Parang Sarpo. Sepeda motor terendam sampai separuh. Foto: wied

Warga juga sudah mulai khawatir, bahwa Banjir Semarang akan datang lagi, karena cuaca sudah kembali mendung.

Widiyartono R