KOTA MUNGKID,(SUARABARU.ID)- Obyek wisata alam Jurang Jero yang ada di di Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan sejak 10 November 2021 lalu.
Objek wisata alam yang ada di lereng Gunung Merapi tersebut bisa melayani pengunjung, setelah pengelola berhasil mengatasi kesulitan internet. Jaringan internet tersebut sangat diperlukan untuk memindai aplikasi PeduliLindungi oleh para pengunjung.
“Sebenarnya di Kabupaten Magelang terdapat empat objek wisata alam yang dibuka kembali operasionalnya sejak akhir Oktober lalu. Namun, untuk objek wisata Jurang Jero baru bisa dibuka per 10 November, karena terkendala jaringan internet, kata Ketua Forum Daya Tarik Wisata Kabupaten Magelang, Edward Alfian.
Edward mengatakan, objek wisata alam Jurang Jero baru bisa dibuka pada 10 November 2021, setelah pengelola obyek wisata yang ada di lereng Gunung Merapi tersebut sudah bisa mengatasi permasalahan sinyal internet. Sinyal internet tersebut untuk memindai QR barcode PeduliLindungi bagi setiap pengunjung.
Ia mengapresiasi pembukaan kembali operasional objek wisata Jurang Jero tersebut. Karena, dengan semakin banyak objek wisata yang dibuka kembali, maka semakin banyak pilihan masyarakat untuk berwisata.
“Selain itu, dengan semakin banyaknya objek wisata yang dibuka kembali, akan mampu untuk menghindari kerumunan karena wisatawan akan tersebar di beberapa lokasi,” katanya.
Edwar juga berharap, wilayah Kabupaten Magelang akan turun level dari III menjadi level II PPKM. Sehingga, bila sudah berada di level II, maka objek wisata bisa mulai dibuka kembali secara berangsur-angsur dan bertahap.
Menurutnya, obyek wisata Jurang Jero Jurang Jero salah satu dari 40 destinasi pariwisata di Indonesia, yang direkomendasi oleh Kemenparekraf untuk dibuka lagi. Di Kabupaten Magelang, ada empat obyek wisata yang direkomendasi untuk dibuka lagi pada masa level III PPKM ini. Yakni, Candi Borobudur, Ketep Pass, Svarga Bumi dan Jurang Jero.
Sementara itu, salah satu pengelola objek wisata Jurang Jero, Rofingi mengatakan, objek wisata yang dikelolanya sudah bisa buka kembali, setelah mendapatkan izin dari Kemenparekraf dan juga telah mendapatkan sertifikat CHSE serta mendapat QR Code PeduliLindungi.
“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan juga pengunjung telag mengunggah aplikasi PedulilLindungi di telepon pintarnya. Kemudian, sudah mendapatkan vaksinisasi minimal dosis pertama. Dan, anak- anak di bawah usia 12 tahun masih belum diperbolehkan masuk,” katanya.
Ia menambahkan, di objek wisata yang dikelola Taman Nasional Gunung Merapi tersebut, berbagai fasilitas bisa dinikmati seperti , permainan ATV, Jeep adventure, mini trail dan camping.
Selain itu, pihaknya sedang menyiapkan fasilitas bagi yakni glamourus camping atau glamping yang sudah dimulai dibangun.
Sedangkan, harga tiket tanda masuk ke Jurang Jero sebesar Rp 10 ribu per orang dan untuk harga sewa jeep adventure Rp 500 ribu. Yon












