TEGAL (SUARABARU.ID) – Menyambut HUT Sumpah Pemuda dan HUT Ormas Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Margadana, Kota Tegal menggelar tasyakuran di markas PAC PP Jalan Dr Ciptomangunkusumo Kota Tegal, Rabu malam (27/10/2021).

TASYAKURAN – PAC Pemuda Pancasila Margadana menggelar tasyakuran tiga rangkain peringatan sekaligus. (foto: mino moebi)

Acara dengan penuh kekeluargaan menghadirkan seni Hadroh dan pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Tegal, Abdul Kadir yang diserahkan kepada Ketua PAC PP Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Cipto Darsono.

Usai memotong tumpeng Wakil Ketua MPC PP Kota Tegal, Abdul Kadir menyampaikan, malam ini merupakan tasyakuran tiga rangkaian sekaligus. “Tasyakuran yang digagas oleh PAC PP Margadana merupakan tiga rangkaian peringatan sekaligus yakni dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SWA, HUT Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda,” kata Abdul Kadir yang akrab dipanggil Ading.

Ading mengatakan, Organisasi Pemuda Pancasila dideklarasikan berdirinya pada 28 Oktober l959 di Jakarta Adalah Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) yang membidani kelahiran organisasi tersebut. IPKI merupakan sayap politik dari para petinggi militer yang masih aktif dalam kedinasan.

Tokoh-tokoh pendiri salah satunya adalah A Yani, AH Nasution, Gatot Subroto dan masih banyak lagi. Mereka tidak dapat langsung bermain di kancah politik, karena memang undang-undang melarang militer aktif melakukan kegiatan politik praktis.

IPKI dilahirkan guna mengemban tugas mulia yakni melindungi NKRI dari rongrongan bahaya laten komunis yang kala itu dimotori oleh PKI.

“Setiap gerakan PKI selalu dikontrol dan dibayang-bayangi oleh IPKI. Ketika PKI melakukan manuver politik dengan mendirikan organisasi Pemuda Rakyat, dengan sigap IPKI mendirikan organisasi Pemuda Pancasila pada 28 Oktober l959,” ujar Ading.

Terpisah Ketua PAC PP Margadana yang Camat Margadana, Cipto Darsono mengatakan sejak berdiri hingga saat ini, organisasi Pemuda Pancasila berhasil melewati tiga masa sistem pemerintahan, yakni era Orde Lama, era Orde Baru, dan kini era Orde Reformasi. Jika dahulu Pemuda Pancasila dijadikan tangan panjang untuk merambah dunia politik, kini kondisinya sudah berbeda.

Dalam Mubes VII tahun 2001 di Wisma Kinasih Bogor, diputuskan bahwa Pemuda Pancasila tidak lagi berbentuk OKP namun berubah menjadi Ormas yang bebas dari segala bentuk permainan politik praktis.

“Dengan keputusan ini maka induk organisasi mencanangkan suatu kebijakan, para kader Pemuda Pancasila ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana dengan jumlah anggota kurang lebih 7.000.000 anggota militan,” ungkap Pak Camat.

Nino Moebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here