Di kolam pemandian air hangat Candi Umbul, bisa berenang-renang sambil mentreatmen tubuh karena airnya hangat dan mengandung belerang. Foto: Ist

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Jawa Tengah memang kaya tujuan wisata. Wisata alam, budaya, kuliner, religi, dan aneka jenis wisata lainnya tersedia di sini. Ya, kita akan bisa soal wisata budaya yang berkaitan dengan sejarah masa lalu di Jawa Tengah.

Candi Umbul. Ada yang belum pernah mendengarnya? Sebuah tempat pemandian berupa kolam yang tidak terlalu besar. Kolam renang, apalagi tidak luas, apa istimewanya. Ya, menjadi istimewa yang pertama karena airnya bukan air biasa. Kolam ini berair hangat, dan mengandung belerang. Berarti, selain nyaman juga ada manfaat, dipercaya bisa mengibati gatal-gatal pada kulit.

Kemudian, kolam ini sebenarnya sebuah peninggalan bersejarah. Kolam dikeliling batu berukir, dan ditata sedemikian rupa. Maka, bangunan kolam pemandian ini disebut Candi Umbul. Ya, disebut umbul yang dalam bahasa Jawa bermakna mata air. Yang unik pula, dari dasar kolam selalu muncul gelembung-gelembung udara, mirip aliran udara yang dipompa di dalam akuarium.

Pemandian ini berlokasi di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jalur utama Semarang-Yogya. Bila kita berkendara dari Semarang, melewati Desa Rejosari, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Nah, di daerah Rejosari ini ada Dusun Pakisdadu. Ada tanda penunjuk jalan dengan tulisan Candi Umbul. Nah, sampai situ belok kiri, sekitar 1 km. Kita melewati jembatan Kali Elo, di samping Kali Elo itulah pemandian Candi Umbul. Kali Elo ini merupakan batas wilayah Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Temanggung.

Kolam ini dikelilingi batuan berukir eksotis. Bebatuan candi itulah yang menjadi tempat ini bernama Candi Umbul. Foto: Ist

Dua Kolam

Di pemandian Candi Umbul kita menemukan dua kolam. Satu berukuran lebih besar dan satunya lagi kecil. Kolam yang besar berukuran sekitar 12 kali 8 meter, dengan kedalaman maksimal sekitar 2 meter. Sedangkan kolam kecil di bawah dengan ukuran 7 x 8 meter dan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Bila masuk ke kawasan pemandian Candi Umbul, kita cukup membayar Rp Rp 6.000 per orang. Sebuah angka yang sangat kecil, hanya tiga kali tarif parkir sepeda motor di Semarang.

Pemandian air hangat Candi Umbul ini menjadi begitu asri, karena berada di tengah persawahan. Hawanya sejuk, dan pemandangannya indah.

Kini Candi Umbul terus berbenah. Tahun 2000-an awal, kolamnya masih terkesan kotor, begitu pula bangunan di kompleks tersebut. Kini sudah menjadi bersih dan asri, karena Pemkab Magelang sudah membenahinya.

Air kolam juga secara rutin dikuras untuk membersihkan kolam. Karena selalu dibersihkan, kini tentu saja tak ditemukan lagi lumut-lumut di bebatuan yang terendam air. Pengunjung tidak merasa sungkan atau jijik lagi.

Seorang pengunjung, Arie yang ditemui saat mengantarkan keponakan-keponakannya mengaku keberadaan pemandian air hangat Candi Umbul cukup menyenangkan. “Rumah kami di Soropadan, sekitar tujuh kilometer dari sini. Saya bisa momong keponakan yang kebetulan dating dari Semarang,” ujarnya sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan PPKM Darurat  diberlakukan.

Air mengatakan, tempat ini biasanya ramai pada hari Minggu. Yang datang juga bukan hanya dari kawasan seperti Grabag atau Pringsurat yang dekat dengan tempat ini. Pengunjung dari Yogya dan daerah lain pun sudah banyak yang datang ke sini. Alasannya, selain untuk berekreasi, mereka juga bisa berendam di air hangat yang dipercaya bisa melegakan tubuh yang pegal-pegal, dan juga mengobati gatal-gatal.

Widiyartono R.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here