blank
Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima sertifikat 3 even buadaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Mendikbud RI yang diserhkan oleh Sekretaris Disdikbud Prov Jateng Padmaningrum

JEPARA (SUARABARU.ID) – Momentum Hari jadi ke-472 Kabupaten Jepara terasa istimewa. Meskipun dilaksanakan penuh dengan kesederhanaan dan keterbatasan karena harus mematuhi protokol kesehatan, tidak mengurangi semangat untuk menorehkan prestasi Kota Jepara.

Di sela-sela kegiatan buka luwur di Makam Mantingan, pada Jumat (9/4/2021) sore, Bupati Jepara Dian Kristiandi mendapat kejutan dari rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Jawa Tengah.

blank

Usai dilaksanakan santunan anak yatim, Sekdin Disdikbud Provinsi Jateng Padmaningrum menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam sertifikat disebutkan bahwa, 3 karya budaya masyarakat Jepara, diakui sebagai WBTB Indonesia. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1044/P/2020 tentang Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2020.

blank
Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima sertifikat 3 even buadaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Mendikbud RI yang diserhkan oleh Sekretaris Disdikbud Prov Jateng Padmaningrum

“Saya kaget sekaligus bangga. Memperingati hari jadi ini, Jepara juga mendapat penghargaan dari Kemendikbud,” kata Andi.

Tiga sertifikat yang ditandatangani langsung Kemendikbud RI Nadiem Makarim tanggal 1 Desember 2020, sebanyak 3 karya budaya Jepara yang masuk dalam WBTB yaitu Pesta Lomban, Perang obor, dan Jembul Tulakan.

“Ini juga istimewa untuk seluruh masyarakat Jepara, untuk tetap melestarikan budaya yang kita miliki,” kata dia.

Dengan ditetapkanya 3 budaya tersebut sebagai WBTB Indonesia, akan muncul partisipasi masyarakat untuk mengangkat budaya Jepara yang lain agar pula diakui sebagai WBTB. Sebenarnya, selain lomban, jembul Tulakan, dan Perang Obor, di Jepara masih banyak budaya atau tradisi yang berpotensi menjadi WBTB.

Penghargaan WBTB sendiri, bukan kali pertama yang diterima oleh Pemkab Jepara. Jauh sebelumnya, Seni Ukir Jepara sudah diakui terlebih dulu sebagai WBTB Indonesia di tahun 2015.

Hadepe- Diskominfo

blank

blank

blank